Tidak Dipinjami Handphone, Sopir Angkot Pukul Penumpang dengan Kunci Roda

oleh -
img 20211015 081812

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Tidak dipinjami Handphone penumpangnya, sopir angkot memukul kepala korban sebanyak tiga kali dengan menggunakan kunci roda. Peristiwa tersebut terjadi Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

“Merasa kesakitan, korban berteriak yang mengundang perhatian warga, dan warga mengejar, pada saat itu korban loncat dari angkot dan tersangka melarikan diri ke arah jalan tol Kapuk,” kata Kapolsek Kalideres AKP Hasoloan Situmorang dalam keterangannya saat¬† konferensi pers, Kamis (14/10/2021).

Kapolsek juga menjelaskan, ketika di dalam tol, mobil angkutan kota yang dikemudikan IS terbalik, dan IS pun kabur ke semak-semak.

Atas peristiwa yang dialami, DM (17) langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalideres, tak lama berselang IS (24) pun ditangkap.

“Dengan dibantu Jatanras Polres Jakarta Barat, Unit Reskrim Polsek Kalideres berhasil menangkap pelaku IS di sebuah pom bensin di seputaran wilayah Kapuk,” jelasnya.

Sebelumnya Kapolsek Kalideres AKP Hasoloan Situmorang membeberkan kronologi kejadian.

Awalnya, DM selesai melakukan aktivitas hendak pulang ke rumahnya dengan naik angkutan umum.

“Korban sebagai penumpang dari Bandengan baru selesai melaksankan kegiatan, dia naik angkot,” kata Kapolsek.

Selama perjalanan, DM tidak merasa aneh sebab ada penumpang selain dirinya.

Setelah penumpang lain turun, tinggalah DM seorang diri dan sopir. Saat itu situasi macet, dan IS hendak mencari jalur lain yang tidak macet.

“Supir angkot membelokkan jalur untuk hindari macet,” ujarnya.

DM yang tidak sadar dibawa oleh IS mutar-mutar di seputaran Cengkareng-Kamal, dia mulai curiga.

Tak berselang lama, tepatnya di kawasan CBC, Tegal Alur IS meminjam HP DM dengan modus untuk menelpon bosnya.

“Korban menolak memberikan HP nya, lantas pelaku memukul kepala korban dengan kunci roda, korban teriak dan mengundang warga,” ucapnya.

Atas perbuatannya IS dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan terancam hukuman pidana 9 tahun penjara.

(Budi Beler)

No More Posts Available.

No more pages to load.