NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melaksanakan kegiatan Pengukuhan dan Revalidasi Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing (Port State Control Officer/PSCO) di Jakarta pada Kamis (29/1/2026).
Langkah ini sebagai upaya memperkuat pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia.
Pelantikan dan pengukuhan PSCO dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirhubla) secara resmi yang diwakili oleh Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Capt Hendri Ginting.
Kegiatannya merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran.
Direktur KPLP, Capt Hendri Ginting mengutarakan PSCO memiliki peran strategis dalam menjaga reputasi Indonesia di tingkat internasional.
Hal ini terutama memastikan kepatuhan kapal terhadap standar keselamatan dan keamanan pelayaran.
“PSCO memegang peranan penting dalam memastikan kapal laik laut serta mencegah terjadinya detensi kapal berbendera Indonesia di luar negeri yang dapat merugikan citra bangsa,” ucapnya.
Kegiatan pengukuhan dan revalidasi ini juga bertujuan memastikan ketersediaan PSCO yang profesional, berintegritas, dan memiliki pengetahuan terkini.
Langkah ini seiring peningkatan lalu lintas kapal asing di perairan Indonesia serta kapal berbendera Indonesia yang berlayar ke luar negeri.
Hendri Ginting meneruskan keberadaan PSCO dinilai penting dalam mempertahankan status Indonesia pada White List Tokyo MoU.
Selain itu meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keselamatan pelayaran.
“Tantangan maritim sangat kompleks, sehingga diharapkan kepada setiap PSCO untuk belajar dan upgrade knowledge terkait keselamatan pelayaran,” tegasnya.
Sebanyak 14 peserta telah dikukuhkan sebagai mentor PSCO, 15 orang untuk PSCO baru, dan 26 orang revalidasi.
Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menjawab keterbatasan jumlah PSCO di Indonesia serta memperkuat citra Indonesia sebagai negara kepulauan yang berkomitmen tinggi terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran internasional.
Pada kesempatan yang sama Hendri Ginting juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia, khususnya kepada Michelle La Rue.
Berikutnya, Transport Counsellor Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia dan David Penny, Expert dari Australian Maritime Safety Authority (AMSA).
Lalu, Bimo Suwarno sebagai Project Manager AMSAT yang berkontribusi dalam peningkatan kapasitas dan profesionalisme PSCO Indonesia.
Langkah ini melalui.program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) yang dilaksanakan secara berkelanjutan sejak tahun 2008.
“Dukungan dan kolaborasi ini menjadi bukti kuatnya kerja sama Indonesia–Australia di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh mentor dan narasumber yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta apresiasi kepada para peserta yang telah mengikuti kegiatan pengukuhan secara baik.
Harapan, terbentuk PSCO yang profesional, memahami regulasi IMO dan ketentuan Tokyo MoU, dan mampu menjalankan fungsi pengawasan kapal asing di pelabuhan Indonesia secara konsisten dan kredibel.
Hendri Ginting meminta ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem Port State Control Indonesia.
Hal lainnya mendukung terwujudnya keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim secara berkelanjutan.






