Stok Beras Nasional Capai 3 Juta Lebih Untuk 6 Bulan ke Depan, Kementan: Pangan Tidak Masalah di 3 Provinsi

oleh -
img 20260116 wa0481

NASIONALNEWS.ID, Aceh Utara – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan berkelanjutan.

Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan didukung oleh ketersediaan stok beras nasional yang kuat.

Langkah ini termasuk di Provinsi Aceh yang saat ini memiliki cadangan beras tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan stok beras nasional mencapai tiga juta lebih ton.

Kondisi ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah terdampak bencana.

“Stok beras nasional kita saat ini sekitar 3,2 juta ton termasuk di Aceh, stoknya sangat kuat, bisa untuk 3 hingga enam bulan ke depan,” katanya.

Pernyataan ini disampaikannya saat Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana di Lhokseumawe, Aceh Utara belum lama ini.

“Tersedia, jadi saudaraku, sahabatku yang terdampak bencana, pangan tidak ada masalah di tiga provinsi. Bahkan seluruh Indonesia.”

Pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga melakukan percepatan pemulihan sektor pertanian.

Langkah ini guna menjaga keberlanjutan produksi pangan.

“Khusus Aceh saat ini masih tersedia sekitar 70 ribu ton beras di gudang Bulog, seiring dengan kembali berjalannya proses penyerapan gabah petani,” ujarnya.

Kementan tidak hanya memastikan ketersediaan stok beras, tetapi juga menjaga kesinambungan produksi di tingkat petani.

Pendampingan, rehabilitasi lahan, dan penyaluran sarana produksi dilakukan agar daerah terdampak bencana, termasuk Aceh.

Langkah ini dapat segera kembali berproduksi dan menopang ketahanan pangan nasional.

“Alhamdulillah, Indonesia telah satu tahun mencapai swasembada pangan,” tuturnya.

“Ini merupakan capaian strategis dan tercepat berkat gagasan besar Bapak Presiden. Pemerintah memastikan pangan aman, tersedia, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.”

Total stok beras yang dikelola Perum Bulog di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 106,7 ribu ton.

Dari jumlah ini Provinsi Aceh memiliki stok terbesar, yakni 71,3 ribu ton.

Kemudian, Sumut sebesar 25,7 ribu ton dan Sumbar sebesar 9,7 ribu ton.

Stok beras Bulog mencapai 3,35 juta ton terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 128 ribu ton.

Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menambahkan Bulog siap menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.

Sejak 2026 dan seterusnya, Bulog akan terus memperkuat perannya dalam menyerap hasil petani, menjaga cadangan pangan.

Selain itu menyalurkan beras secara optimal ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kami akan semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-cita dari Bapak Presiden Indonesia maupun Pak Menteri Pertanian untuk swasembada tahun 2026 dan seterusnya,” tuturnya.

“Bulog sesuai tugasnya melakukan penyerapan, pengolahan, sampai dengan penyaluran semaksimal mungkin.”

Ketersediaan stok beras sejalan dengan upaya pemerintah menjaga produksi ke depan.

Pemulihan sektor pertanian pascabencana menjadi kunci agar swasembada pangan tidak hanya terjaga hari ini, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.

Ke depan, ketahanan pangan nasional akan semakin diperkuat melalui peningkatan produksi.

Selain itu optimalisasi penyerapan hasil petani, serta dukungan penuh Bulog dalam distribusi pangan.

Pemerintah optimistis swasembada pangan nasional dapat terus dipertahankan sebagai pilar utama pemulihan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.