Beri Pompa Air Atasi Banjir, Warga Nilai Tidak Efektif

oleh -

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Untuk mengatasi banjir yang terjardi di Kampung Gaga RT 007 RW 03 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (17/12/2019) kemarin, pengembang proyek perumahan Citra IX hanya akan menyediakan pompa sementara untuk mengantisipasi volume debit air. Warga menilai tidak efektif.

“Kalau pihak pengembang Citra IX hanya memberikan pompa air untuk mengatasi banjir, saya rasa tidak efektif,” ujar Aisah warga RT 007 kepada nasionalnews.id, Rabu (18/12/2019) sore.

Aisah juga menjelaskan, kalau seandainya diberi pompa air dari pengembangan Citra IX , untuk buang airnya kemana, saat ini warga hanya butuh saluran air.

“Kita semua, warga kuatir terjadi hujan seperti hari Selasa kemarin. Hujan kan tidak bisa diprediksi bisa siang bisa juga malam, itu yang kami takutkan,” ucapnya.

Melihat kejadian kemarin Aisah juga tidak menyangka, dirinya sudah tinggal selama 40 tahun di kampung Gaga baru kali ini mengalami banjir.

“Sudah 40 tahun saya lahir dan besar di Gaga tapi baru kali ini merasakan banjir,” katanya.

Dirinya berharap kepada pengembang Citra IX segera mungkin membuatkan saluran air, karena warga takut banjir seperti kemaren.

“Kemaren bener-bener tidak diduga, banjir dari hari Selasa pukul 14.00 WIB sampai hari Rabu pukul 05.00 WIB baru surut,” jelasnya.

Ketua RT 007 Saojih saat dikonfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp mengatakan, untuk seminggu ini akan ada pompa dan sambil menunggu saluran air jadi.

“Untuk seminggu ini boleh lah pake pompa, sambil di buatin saluran air,” singkatnya.

Sementara itu, Camat Kalideres H. Naman Setiawan saat dikonfirmasi wartawan di kantornya membenarkan bahwa sudah meninjau lokasi proyek. Menurutnya, pihak pengembang akan membuat saluran air agar banjir tidak terjadi lagi, namun semua itu butuh proses. Sehingga ia meminta untuk dipasang pompa sementara.

“Saya sudah tinjau lokasi, sudah berkoordinasi dengan lurah dan pihak penanggungjawab proyek. Mereka berjanji akan membuat saluran air, tetapi untuk sementara akan dipasang pompa untuk antisipasi ada debit air,” kata Naman kepada wartawan, Rabu (18/12).

Sementara itu, Ketua Lembaga Studi Sosial Lingkungan dan Perkotaan (LS2LP) Badar Subur mengatakan, upaya dari pejabat wilayah dalam hal ini Camat Kalideres patut diapresiasi. Akan tetapi, sebaiknya proyek tersebut dihentikan untuk sementara untuk berdialog dengan warga yang terkena dampat dari proyek tersebut.

“Hentikan dulu sementara, pemerintah dialog dengan warga dan cari solusi. Jangan hanya pihak pengembang proyek saja dan pejabat-pejabat setingkat lurah dan RW. Mereka tidak bersentuhan langsung dengan warga yang merasakan langsung kesengsaraan mereka. Bagaimana dengan dampak di lingkungan mereka kedepan. Jangan hanya memberikan angin segar kepada masyarakat dengan menanggulangi banjir pada jangka pendek saja. Pikirkan kedepannya,” tegas Badar. (BB)