Cegah Virus Corona, Pemkab Blora Gelar Rakor Khusus

oleh -
Img 20200316 Wa0018

NASIONALNEWS.ID, BLORA –
Upaya mencegah penularan Virus Covid-19 atau Corona, Pemerintah Kabupaten Blora menggelar rapat koordinasi (rakor) khusus.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Bupati Blora, H. Djoko Nugroho ini dihadiri oleh forkopimda beserta jajaran dan kepala OPD serta institusi terkait lainnya di ruang pertemuan Setda. Senin (16/03/2020).

Dalam rapat tersebut Bupati Blora menyampaikan berbagai arahan untuk didiskusikan dan telah disetujui bersama, diantaranya :

1. Anak sekolah (seluruh jenjang pendidikan) belajar di rumah sejak 16 Maret 2020 hingga 14 hari kedepan baik yang ada di bawah Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Belajar dirumah ditujukan untuk mengurangi interaksi anak dengan lingkungan yang ramai.

2. Selama kegiatan belajar dirumah, orang tua wajib mengawasi dan mengarahkan anaknya.

3. Sementara dianjurkan tidak berjabat tangan dan cipika-cipiki saat memberikan salam, diganti dengan bentuk salam lainnya yang tidak menyentuh tangan.

4. Seluruh PNS/ASN diminta tetap masuk kerja namun tidak ada apel.

5. Kegiatan dinas keluar daerah maupun penerimaan tamu dari luar daerah, ditunda sambil melihat perkembangan selanjutnya.

6. Kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang diminta untuk ditinjau ulang atau ditunda (hiburan musik, event olahraga dll).

7. Tempat ibadah/Masjid untuk dibersihkan secara rutin, utamanya sebelum Sholat Jumat dan setelah Sholat Jumat (menggulung karpet dan membersihkan dengan disinfektan).

8. Setiap kantor dinas atau OPD, tempat wisata, pasar dan pusat perbelanjaan diwajibkan menyediakan termometer pengukur suhu badan dan hand sanitizer.

9. Penutupan café/karaoke hiburan malam selama 14 hari kedepan sambil menunggu perkembangan selanjutnya.

10. Pembatasan jumlah penunggu pasien di rumah sakit dan pelarangan besuk pasien secara rombongan.

11. Hindari bepergian ke wilayah kota dan Kabupaten yang sudah terdapat penderita Covid-19.

12. Mewajibkan masing-masing rumah sakit se- Kabupaten Blora untuk menyediakan 5 unit kamar isolasi pasien terduga Covid- 19

13. Posko Covid- 19 segera dibentuk dan seluruh informasi terpusat satu pintu dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), yang mana Plt. Kepala DKK sebagai juru bicara utama.

14. Hotline pelayanan informasi Covid-19 bisa menghubungi DKK Blora melalui nomor 0296-5300119 atau 0857 2727 2119.

 20200316 232916

“Apa yang kita lakukan bukan panik, intinya kami memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan virus Corona. Kami berharap seluruh poin-poin yang disepakati tadi bisa segera ditindak lanjuti. Tidak perlu menunggu KLB dahulu, sedini mungkin kita lakukan antisipasi secara maksimal,” tegas Bupati.

Terkait kunjungan kerja DPRD Blora, Bupati Blora akan membahasnya lagi besok dengan melakukan rapat khusus.

“Tadi kita lupa singgung, besok kita akan lakukan rapat khusus, apalagi kegiatan tersebut resikonya besar sekali. Nanti kita akan bicarakan kembali sambil menyiapkan bahan yang kita pijak,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kepala DKK Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada warga Kabupaten Blora yang terindikasi positif menderita Covid-19.

“Untuk pasien dari Randublatung yang kemarin diisukan suspect Covid-19 di RSUD Cepu, itu belum positif. Saat ini pasien tersebut dirujuk ke RSUD Loekmono Hadi, Kudus untuk pemeriksaan lebih lanjut. Semoga saja negative,” ucap Lilik Hernanto, yang juga juru bicara Covid-19 di Kabupaten Blora.

Pasien ini menurutnya usai bekerja di Jakarta dan pulang kampung ke Randublatung. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pemberitaan yang tersebar di media sosial tanpa konfirmasi yang jelas.

“Mohon kerjasamanya kepada seluruh teman-teman media dan Dinkominfo agar terus kooperatif, memberitakan hal-hal yang benar agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkasnya.

Sebelum memulai rapat, seluruh peserta diperiksa suhu badannya oleh petugas dari Dinas Kesehatan dan diwajibkan melakukan cuci tangan dengan hand sanitizer. (Jaenal)