Chaerudin: Pemuda Ujung Tombak Kemajuan Daerah

oleh -
oleh
Kemajuan Daerah
HMI cabang Tangerang bersama Lurah Jurumudi Baru, Chaerudin usai diskusi, Jumat (9/8) poto: ist/nasionalnews.id/kota tangerang.

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Lurah Jurumudi Baru, Chaerudin menyebut pemuda ujung tombak dalam pembangunan dan kemajuan daerah.

Hal itu diungkapkan Chaerudin usai melakukan diskusi bersama Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Tangerang, Jumat (9/8/2019) kemarin.

Bahkan kata Chaerudin, pihaknya saat ini ingin mempertahankan program yang ada dan mencoba terobosan baru, yaitu menggelorakan semangat pemuda, dengan membentuk kembali Karang Taruna (Katar) Kelurahan Jurumudi Baru yang telah lama fakum.

“Hampir tidak tau pasti kapan Katar Kelurahan Jurumudi Baru fakum. Maka peran pemuda harus didorang kembali, khususnya Katar. Agar bisa membantu dalam pembangunan daerah,” terang Chaerudin.

Chaerudin menambahkan, keberadaan Katar nantinya untuk membantu dalam memecahkan masalah sosial di masyarakat, juga sebagai penghubung dan sumber informasi di bawah.

“Seperti waktu ada informasi, warga kami tidur digerobak di Karawaci dan kesehatannya menurun, bersama-sama kita telusuri, diketahui menderita wasir dibantu anak-anak muda daftarkan BPJS Kesehatan untuk berobat dan bersama-sama kita lakukan bedah rumah sehingga layak untuk ditempati,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Bidang Partisipasi Pembangu an Daerah (PPD) HMI cabang Tangerang, Dedi Suryadi menyambut baik inisiasi Lurah Jurumudi Baru yang melibatkan pemuda dalam pembangunan daerah.

“Dalam diskusi dengan Pak Lurah, saya sampaikan bahwa saya dua tahun lalu mewacanakan teman-teman pemuda untuk mengambil alih Katar kelurahan. Sebab keberadaan Katar alot, karena diisi oleh orang-orang yang sudah tidak produktif,” tegas Dedi.

Dedi menambahkan, bahwa dalam Permendagri 130 Tahun 2018 peran kelurahan saat ini sebagai kuasa pengguna anggaran menjadi ujung tombak pemberdayaan kampung-kampung.

“Lurah saat ini semakin baik, karena siapapun pemimpin yang membuka ruang anak muda berkarya harus kita sambut, artinya ia peduli masa depan kampung, mendistrupsi kebiasaan yang kontra-produktif,” tandas Dedi. (aput)

No More Posts Available.

No more pages to load.