Agen E-Warong Desa Bendungan Sebut Sembako Bulog Tak Layak Konsumsi

oleh -
Img 20200618 Wa0008

NASIONALNEWS.ID, BANTEN – DPD Badak Banten Banjarsari menyayangkan kepada PT. Bulog selaku salah satu supplayer komoditas telor di salah satu agen E-Warong Desa Bendungan, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak yang memasok komoditas telor dan buah salak yang tidak layak konsumsi.

Fakta dilapangan menunjukan bahwa dari sekian komoditas sembako yang ada di agen E-Warong Desa Bendungan tersebut diantaranya beras, telor, buah salak, kacang ijo, tetapi hanya komoditas telor dan buah salak yang paling bermasalah.

Telor dan buah salak yang disupplay oleh supplier PT Bulog tersebut hampir semua busuk dan tidak layak untuk dikonsumsi,” kata Saepul Hidayat pemilik agen E-Warong sembako di Desa Bendungan saat dikonfirmasi (Jum’at/12/6/2020)

Saepul Hidayat juga menambahkan baru pertama bulan Juni ini, dia bekerja sama dengan salah satu pemasok sembako yaitu PT Bulog dan dia tidak menduga bahwa akan terjadi seperti ini padahal dia sudah berpesan kepada supplayer tersebut agar komoditas sembako yang dikirim itu sesuai dengan 6T yang ada di pedum.

“Akibat dari kejadian ini maka untuk distribusi komoditas telur dan buah salak dari agen E-Warong ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi terganggu peyalurannya dan menjadi tidak tepat waktu.
Beberapa komoditas telur dan buah salak yang tidak layak konsumsi rencnanya akan diretur kembali ke suplayer PT Bulog,” katanya.

Saepul juga meminta penggantian telur yang baru agar bisa segera menyalurkan semua komoditi telur dan buah salak tersebut kepada KPM. Dia juga menyampaikan bahwa diduga ada beberapa agen E-Warong di wilayah Kecamatan Banjarsari yang mengalami hal serupa, terutama yang bekerja sama dengan supplayer PT. Bulog dalam komoditas telur dan buah salak.

Saepul berdalih permasalahan penyaluran sembako di E-Warongnya pada ini juga dipengaruhi oleh saldo KPM yang belum muncul direkening akibatnya terjadi jeda waktu yg relatif lama sehingga mengakibatkan kualitas semua komoditas diagen menjadi memprihatinkan.

Menurut salah satu warga Malangnengah Desa Bendungan Ade Topik yang juga ikut membagikan sembako ke KPM di Desa Bendungan mengatakan, bahwa tidak hanya komoditi telor yang kualitasnya jelek tetapi juga komoditi beras dan buah salak juga tidak layak konsumsi, bahkan untuk komoditi buah salak kata ade dari 5 keranjang hanya 2 keranjang yang bisa dikonsumsi sedangkan untuk komoditi telor yang di pasok oleh PT. Bulog itu, harus sampe dicuci dan dipilih2 oleh si agen E-Warong karena warnanya yang sudah kusam dan banyak yang sudah membusuk.

“Setelah disortir komoditi telur dan buah salak tersebut dibagikan kepada warga. Warga Desa Bendungan benar-benar kecewa semua komoditi di agen E-Warong terutama bulan ini, padahal bulan mei sebelumnya tidak terjadi seperti ini. Mungkin hal ini disebabkan oleh stok kedua komoditas telur dan buah salak yang terlalu lama sehingga ketika di pasok oleh supplayer ke agen E-Warong kualitas kedua komoditas tersebut menjadi jelek,” ujar Ade. (Budi Beler)