Ribuan Tanah Belum Bersertifikat, Desa Kalikidang Banyumas Dapat Kuota Program PTSL

oleh -
img 20220314 wa0106

NASIONALNEWS.ID, BANYUMAS – Desa Kalikidang menjadi satu-satunya Desa yang mendapatkan kuota Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Tahun 2022 dengan jumlah 2000 bidang tanah yang belum bersertifikat.

Kegiatan tersebut bertempat di Aula Balai Desa Kalikidang, Senin (14/3/2022)

Winarno Nuswantoro sebagai perwakilan Kepala ATR/BPN Kabupaten Banyumas mengatakan, dalam hal Pembiayaan Pendaftaran Tanah Sertifikat Langsung ( PTSL ) di Kabupaten Banyumas sudah ada Perbup No 36. Tahun 2019 Tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap dengan SKB tiga Mentri.

“Di dalam Peraturan Bupati Banyumas ,tentang biaya Pasal 10
Ayat 1.Biaya yang diperlukan untuk persiapan pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 8, dan Pasal 9 sebesar paling banyak Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah) per pemohon yang bersumber dari APBD. Ayat(2) Selain biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), besaran biaya dapat ditambah sesuai hasil kesepakatan musyawarah masyarakat pemohon PTSL dengan biaya tambahan paling banyak sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) per pemohon. Ayat 3 Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dikelola oleh Panitia Pelaksana PTSL dan bukan merupakan retribusi dari Pemerintah Daerah atau pungutan Pemerintah Desa. Dan Penambahan biaya atau Pra tersebut antara lain dipergunakan untuk belanja alat tulis kantor,makan dan minum selama pelaksanaan program PTSL, transportasi dari desa/kelurahan ke lokasi obyek PTSL dan sebaliknya, yang besarnya tidak melebihi ketentuan standar harga barang dan jasa yang berlaku; dan/atau, honorarium dan/atau uang lapang untuk pendamping petugas ukur Pelaksana PTSL Desa/Kelurahan,” jelas Winarno

“Pengukuran kita-kita ini dari BPN sudah dibiayai oleh negara, jadi jelas aturannya,” tambahnya.

“Bagi Pemohon atau pemilik tanah yang jauh sedang di luar negeri bisa memerintahkan dengan surat kuasa untuk kepengurusannya,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Sokaraja AKP Soetrisno dalam sambutanya mengatakan, dengan adanya program PTSL menurutnya kesempatan yang bagus sekali ini untuk masyarakat Desa Kalikidang.

“Dengan harga yang begitu murahnya Rp. 250.000 bisa jadi sertifikat tanah untuk memperjelas kepemilikan tanah menjadi legal kepemilikannya,” ucap Kapolsek.

img 20220314 wa0108

AKP Soetrisno juga menjelaskan, harganya harus ditetapkan berdasarkan kesepakatan agar tidak terjadi resiko hukum.

“Jika sudah sepakat dengan masyarakat dan hitam di atas putih maka Syah berdasarkan Musyawarah,” tegas Soetrisno

“Dengan harga besaran yang sudah di sepakati harus jelas, apakah termasuk pemasangan pathok, konsumsi yang penting transparan sehingga tidak terjadi pelanggaran, diharapkan tetap jaga kestabilan wilayah dalam menjalankan program pemerintah,” pesan Soetrisno

Ditempat yang sama Danramil Sokaraja, Kapten Sumarsono dalam kesempatannya menghimbau kepada masyarakat.

“Diharapkan pemohon yang hadir bisa memberikan informasi kepada masyarakat yang lainya. Nanti dalam pelaksanaannya dikawal bersama-sama supaya jangan terjadi keributan dalam pemasangan batas tanah,” ucapnya.

Ning (40 th) sebagai masyarakat mengaku senang dengan adanya sertifikat masal di Desanya, cukup dengan Rp. 250.000 tanahnya bersertifikat dan jelas kepemilikannya.

“Akhirnya kesampaian mendaftarkan tanah untuk di sertifikat dalam program PTSL jika pakai jasa notaris kan bisa enam jutaan biayanya,nah ini cuma RP 250.000,” ujarnya.

(IMAM S)

No More Posts Available.

No more pages to load.