Danrem 072/Pamungkas Hadiri Grebeg Minggir, Tradisi Sarat Makna

oleh -
grebeg

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menghadiri Grebeg Minggir dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Minggir, Sidomulyo, Sendangrejo, Minggir, Sleman, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tahunan yang digelar di Ponpes pimpinan K.H. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq itu berlangsung khidmat sekaligus meriah. Sejumlah pejabat dan tokoh lintas instansi turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya Ketua Umum PBNU sekaligus Pengasuh PP Tebuireng K.H. Abdul Hakim Mahfudz, Wakapolda DIY Brigjen Pol. Eddy Djunaedi, Kabinda DIY Brigjen TNI Firyawan, Kapolresta Sleman Kombes Pol. Adhitya Panji Anom, Wakajati DIY Andi Suharlis, Sekda Sleman Abu Bakar, Ketua PWNU DIY Dr. K.H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, Forkopimcam Minggir, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Dalam sambutan Bupati Sleman yang dibacakan Sekda Sleman Abu Bakar, momentum Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Peringatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meneladani sifat Rasulullah SAW.

“Nilai kesederhanaan, cinta kasih, serta sikap toleransi merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan. Nilai-nilai ini menjadi cerminan keharmonisan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abu Bakar.

Wakil Bendahara PWNU DIY H. Sony Amir Sholehudin juga memberikan apresiasi terhadap konsistensi Ponpes Minggir menggelar Grebeg Minggir setiap tahun.

Menurutnya, tradisi tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Gus Muwafiq dalam mauidhoh hasanah mengajak jamaah untuk meneladani Nabi Muhammad SAW secara kaffah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kehidupan masyarakat agar tetap rukun dan saling menguatkan.

Gus Muwafiq turut menekankan pentingnya merawat tradisi kebudayaan yang diwariskan para ulama dan leluhur. Tradisi lokal yang berjalan selaras dengan nilai-nilai Islam, menurutnya, menjadi bagian penting yang membuat peringatan Maulid Nabi terus hidup hingga sekarang.

Kemunculan tradisi Pesta Grebeg Buah menjadi salah satu bagian yang paling ditunggu jamaah. Setelah rangkaian acara selesai, warga dan jamaah antusias berebut hasil bumi serta buah-buahan yang disediakan.

Tradisi tersebut menjadi simbol keberkahan, rasa syukur, sekaligus kebersamaan masyarakat.

Grebeg Minggir sendiri merupakan agenda rutin Ponpes Minggir yang memadukan nilai keagamaan, budaya, dan kebersamaan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat terus dirawat sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Yogyakarta. (Jat/Penrem072Pmk)

No More Posts Available.

No more pages to load.