Kasrem Teguh Dorong Kampus Perkuat Ketahanan Kelompok Rentan

oleh -
img 20261002 213656

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han., menegaskan pentingnya sinergi antara aparat, BNPT dan perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan kelompok rentan terhadap paparan ekstremisme.

Pesan itu disampaikan Teguh saat mewakili Danrem 072/Pamungkas menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan 14 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan bertema “Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pemulihan Psikologis dan Pembangunan Resiliensi Korban serta Kelompok Rentan” berlangsung di Pendopo Parasamya, Kompleks Kantor Bupati Sleman, Jumat (2/10/2026).

Kehadiran Kasrem dalam agenda tersebut menunjukkan dukungan Korem 072/Pamungkas terhadap kolaborasi lintas lembaga dalam pencegahan ekstremisme sekaligus pemulihan korban.

Kerja sama ini tidak hanya diarahkan pada pendekatan hukum. Upaya membangun ketahanan kelompok rentan juga membutuhkan pendidikan, pendampingan psikososial, riset serta keterlibatan lingkungan terdekat.

Kepala BNPT Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H. mengatakan perempuan, remaja dan anak termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan paham ekstremisme.

Ruang digital juga menjadi perhatian karena bisa digunakan untuk propaganda, perekrutan maupun penyebaran ideologi kekerasan.

Karena itu, penanganan kelompok rentan perlu menyentuh keluarga, sekolah dan lingkungan tempat tinggal. Perguruan tinggi dinilai punya posisi strategis untuk ikut memberikan pendampingan melalui ilmu pengetahuan, pendidikan, riset dan pengabdian masyarakat.

Sementara itu, Gubernur DIY melalui sambutan yang dibacakan Kepala Badan Kesbangpol DIY Lilik Andi Aryanto, S.I.P., M.M., menegaskan pencegahan ekstremisme harus dilakukan sebelum kekerasan terjadi.

Kampus dapat menjadi ruang untuk membangun dialog, mengembangkan cara berpikir kritis dan menumbuhkan sikap menghargai perbedaan.

Sebanyak 14 perguruan tinggi di DIY menandatangani MoU dengan BNPT. Mereka yakni UGM, UIN Sunan Kalijaga, UII, UNY, UAD, Universitas Sanata Dharma, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Proklamasi 45, Universitas Cendekia Mitra Indonesia dan Universitas Islam Mulia Yogyakarta.

Kerja sama tersebut selanjutnya diarahkan ke program nyata. Salah satunya melibatkan mahasiswa, terutama dari bidang psikologi, dalam pendampingan psikososial, pemulihan korban dan penguatan resiliensi di satuan pendidikan maupun kelompok rentan.

Bagi Korem 072/Pamungkas, sinergi seperti ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mendorong pencegahan ekstremisme dilakukan secara lebih dini dan menyentuh lingkungan kehidupan sehari-hari. (Jat)

No More Posts Available.

No more pages to load.