150 Peserta Ikuti Diskusi di Ponpes Fadhlul Fadhlan

oleh -
Img 20200129 122952

NASIONALNEWS.ID, SEMARANG – Diskusi membahas menjaga toleransi, memerangi ekstremisme dengan cerdas dan berwawasan kebangsaan, untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai. Kegiatan itu diikuti sebanyak 150 orang peserta yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Fadhlul Fadhlan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa (28/1/2020).

Dalam kesempatan itu, Komisi Fatwa MUI Jawa Tengah, Dr KH Fadlolan Musyaffa Lc MA didampingi pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan Mijen mengatakan, kelompok ekstrem ada yang memiliki Pesantren, tetapi mereka tidak mengajarkan tradisi demokrasi. Mereka dengan fanatik menjalankan doktrin Khilafah.

“Mereka gemar menjustis pihak lain sebagai ahli sesat, kafir, bid’ah. Sementara terhadap pemimpin negara mereka menuduh thogut,” ujarnya.

Dikatakannya, bahwa mereka menganut Ideologi Al wala wal baro, dengan komitmen siapa yang ikut pihaknya akan aman, jika tidak maka akan menjadi musuh mereka.

“Pesantren seharusnya mencetak generasi yang dapat menghargai perbedaan,” pungkasnya.

Sementara Anggota Dewan Pengasuh Pesantren Perguruan Islam Mathaliul Falah, Kajen, Margoyos, Pati, KH Mohammad Ghufron Wahid menyoroti terkait peran masyarakat muslim dalam menjaga ukhuwah. Menurutnya, semua orang ingin menjadi muslim yang benar, namun cara yang ditempuh kadang berbeda.

“Padahal cara tersebut menentukan, diantaranya apakah masuk kategori radikal, ekstrem ataukah moderat. Kebanyakan orang ekstrem ingin menjadikan janji tersebut nyata dengan cara instan, seperti menempuh cara-cara kekerasan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin menyampaikan, bahwa Tahun 2020 Semarang Kota dan Kabupaten mengadakan pemilihan Pilkada. Ia berpesan, hendaknya santri semua ikut menggunakan suaranya dengan baik.

“Peran santri minimal bisa menginformasikan kepada Bawaslu, jika terjadi adanya pelanggaran, seperti politik uang, membuat keonaran yang terkait Pilkada. Santri adalah benteng terakhir penjaga NKRI dari ancaman ekstremisme dan terorisme,” tandasnya. (BB)