NASIONALNEWS.ID, Semarang – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf/Barekraf) mendorong ekonomi kreatif harus mampu menghasilkan pengaruh ekonomi dan sosial seperti perguruan tinggi (PT).
“Kampus dapat menjadi sebuah sandbox untuk langsung bersentuhan dengan real life dan dosen maupun pengajar menjadi mentor bagi anak-anak,” kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenkraf), Irene Umar.
Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Rakornas Asprodi DKV) 2026 di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Jawa Tengah (Jateng) padaKamis (21/5/2026).
Rapatnya mengusung tema ‘Akselerasi Peran Pendidikan DKV yang Unggul, Berdampak Nyata, dan Berkelanjutan dalam Memperkuat Ekonomi Kreatif Nasional’.
Forum ini mempertemukan ketua prodi DKV, dosen, akademisi, dan pemangku kepentingan industri kreatif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatannya menjadi ruang diskusi bersama untuk menyusun langkah strategis dalam pengembangan pendidikan DKV yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif nasional.
Irene Umar mengemukakan perguruan tinggi berperan sebagai ruang pengembangan talenta kreatif yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.
Dia mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan industri.
Langkah ini supaya hasil pendidikan kreatif dapat memberikan dampak langsung bagi daerah serta menjadi ruang aktualisasi bagi para kreator muda.
“Kita harus benar-benar mengekstraksi potensi kreatif terbaik dari setiap individu dan bergotong royong menghadapi tantangan global. Hal itu harus dimulai dari kampus, karena kampus adalah pusat inovasi dan ruang lahirnya ide-ide paling murni,” ujarnya.
Penguatan pendidikan kreatif berbasis praktik dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas.
Hal ini membuat talenta muda tidak hanya mampu menghasilkan karya estetis, tetapi juga menciptakan solusi kreatif yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Pulung Nurtantio Andono, menambahkan perkembangan teknologi membawa masyarakat memasuki era immersive experience, artificial intelligence, virtual interaction, digital twin, hingga meta fresh ecosystem.
Langkah itu dilakukan Udinus dengan memperkenalkan Next Generation Experience Learning Platform bernama Dinusverse.
Platformnya merupakan konsep kampus digital berbasis artificial intelligence/AI (kecerdasan buatan) dan ekosistem virtual yang menghadirkan pembelajaran, kreativitas, interaksi, dan pengalaman perkuliahan secara lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan.
“Next generation experience learning platform itu kita bentuk dalam suatu pembelajaran berbasis game. Platform-nya menggunakan Roblox. Kemudian di dalam Udinus First nanti, mahasiswa akan melakukan absensi melalui Roblox yang terhubung dengan kehidupan nyata,” tuturnya.
“Jika mahasiswa memperoleh prestasi, misalnya atlet basket yang menjadi juara satu tingkat nasional, maka emblem juaranya akan menempel di avatarnya,” ujarnya.
Karakter Roblox bisa menjadi portofolio digital yang nantinya diubah menjadi NFT dan disimpan melalui teknologi blockchain.
Udinus juga menjadi kampus pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi blockchain pada ijazah dan transkrip nilai.






