Bahas Upah Minimun, DPR RI Kunjungi Pemkot Tangerang

oleh -
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah pimpin diskusi bersama DPR RI. (Poto: dokhms)

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Guna membahas upah minimum regional dan sektoral, Komisi IX DPR RI sambangi Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang, Selasa (26/3/2019).

Selain itu, rombongan yang disambut Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, juga dalam rangka kunjungan kerja dan dilaksanakan di ruang rapat Wali Kota, Gedung Puspemkot Tangerang.

Arief menerangkan, memiliki julukan kota seribu industri, dalam hal UMR. Kota Tangerang sudah terbilang sangat tinggi.

“Kita mungkin ada di urutan ketiga UMR tertinggi se Indonesia. Pemkot Tangerang terus berusaha menata kota ini yang mudah-mudahan dari kota industri menjadi kota industri sejuta jasa,” terang Arief.

Arief juga mengatakan, Kota Tangerang sedang dalam proses pengembangan dari kawasan industri, dengan adanya Bandara akan dijadikan konsep Aerotropolis yang diartikan tata letak, infrastruktur dan ekonomi berpusat pada Bandara.

“Buat teman-teman yang ingin berinvestasi, kalau mau menggarap pasar Indonesia seharusnya berkantor di Kota Tangerang. Karena dari Kota Tangerang cuma butuh waktu 45 menit buat ke Semarang, ke Jogja, malah lebih cepat dibanding Tangerang ke Jakarta. Jadi semangatnya Pemkot Tangerang bagaimana menjaga investasi di Kota Tangerang dan tetap membuka lapangan pekerjaan, hal ini juga untuk mengurangi pengangguran di Kota Tangerang,” paparnya.

Sementara, Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf menyampaikan apresiasi terhadap Pemkot Tangerang bahwa dengan upah minimum yang cukup tinggi tapi tetap menjaga dan mengembangkan investasi.

“Ini bagus program-program yang dilakukan Pemkot cukup baik walau upah tinggi tapi tetap menjaga investor tetap berinvestasi,” terang Dede.

Dede menambahkan, dengan ditunjang tumbuhnya berbagai destinasi wisata akan berdampak positif terhadap berkembangnya iklim investasi serta peningkatan lapangan kerja guna mengurangi angka pengangguran di Kota Tangerang.

“Ini bagus, jadi jangan di sektor industri saja tapi sektor jasa juga perlu,” tandas Dede. (aput/hms)

No More Posts Available.

No more pages to load.