NASIONALNEWS.id SAMARINDA – EO Kresna Samarinda sukses menyelenggarakan Pelatihan 3in1, sebuah program peningkatan kompetensi guru melalui Deep Learning, Coding, dan AI, yang digelar pada Kamis-Jumat (20–21 November 2025) di GO Mall Samarinda, Kalimantan Timur.
Pelatihan ini menjadi titik nyata yang mendorong guru merancang pembelajaran abad ke-21 yang lebih bermakna, kontekstual, dan menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik.
Agus Kresna, Manajer Utama EO Kresna, didampingi asistennya Rika Kresna, menekankan pentingnya inisiatif guru dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.
“Guru harus proaktif dan terus bergerak maju, memiliki Growth Mindset, serta tidak menunggu jatah pelatihan dari dinas agar lebih cepat memahami perkembangan pendidikan,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan narasumber nasional dari Yogyakarta, Kak Sha—nama populer dari Saiful Haq, M.Pd., CH., CHt., C.NLP., CT.GP., C.MMH. Dia dikenal sebagai Master Trainer BNSP, penulis buku Deep Learning, Coding + AI, sekaligus Juara 1 Lomba Penulisan ENIKKI. Acara dipandu oleh Nuri.
Di hari pertama, Kak Sha membekali peserta dengan konsep dan praktik Deep Learning, meliputi:
• Pengenalan 4 kerangka kerja Deep Learning (8 Dimensi Profil Pelajar Pancasila, 3 Prinsip Pembelajaran, 3 Pengalaman Belajar, dan 4 Kerangka Desain Pembelajaran).
• Penyusunan tiga alternatif Tujuan Pembelajaran (TP) berbasis Taksonomi.
• Perancangan RPP/Modul Ajar intrakurikuler dan kokurikuler.
• Strategi asesmen dan pengisian rapor secara kontekstual.
• Pengenalan gaya belajar murid.
Di hari kedua, suasana semakin semangat dan menyenangkan melalui fun game inovatif, peserta dibekali dengan Coding dan 5 tools AI aplikatif, mencakup:
• Praktik Coding Plugged dan Unplagged dengan peraga langsung dan tematis.
• ChatGPT (OpenAI)
• Grok (xAI)
• Gemini (Google)
• Teachable Machine (Google)
• Canva AI (Praktek menyusun Tujuan Pembelajaran).
Kak Sha, menegaskan, “Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi tonggak awal lahirnya ekosistem pembelajaran yang inovatif, humanis, dan menyenangkan bagi anak-anak di era digital. Langkah kecil ini menyalakan cahaya besar untuk masa depan pendidikan.” tutupnya.
(Sha)






