NASIONALNEWS.ID KUTAI KARTANEGARA – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 2 Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, mengelar pelatihan peningkatan Kompetensi Guru melalui pembelajaran mendalam (Deep Learning), bertempat di Aula SD Negeri 003 Sebulu, Kalimantan Timur, Senin (17/11/2025).
Acara diawali pembukaan oleh MC, Sri Ira Santi, S.Pd.SD dan doa oleh Akhmad Syar’i, S.Pd.I.
Pelatihan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas guru SD dan MI untuk merancang pembelajaran abad ke-21 yang lebih bermakna, kontekstual, dan menyentuh proses berpikir tingkat tinggi.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Sebulu, Jon Kenedi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif progresif dari KKG Gugus 2 Sebulu dalam menghadirkan pelatihan yang relevan dengan tuntutan zaman.
Turut hadir memberikan motivasi, Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Sebulu, Subagiyati, S.Pd.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan komitmen Guru SD dan MI untuk terus bergerak maju dan responsif terhadap tantangan pendidikan masa kini, termasuk menjadi guru dengan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset),” ujarnya.
Pengurus KKG Gugus 2 Sebulu, Irwansyah, S.Pd. dan Mursidin Nur, S.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti secara mandiri oleh sekitar 100 peserta dari 10 SD dan 1 MI. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti berbagai sesi interaktif yang disajikan.
Sesi utama dipandu oleh narasumber inspiratif dari Yogyakarta, Kak Sha—sapaan akrab Saiful Haq, M.Pd., CH., CHt., C.NLP., CT.GP., C.MMH. merupakan Master Trainer BNSP, penulis buku Deep Learning, Coding + AI, serta pemenang Juara 1 Lomba Penulisan ENIKKI.
Dalam suasana penuh semangat, Kak Sha membekali peserta dengan pendekatan deep learning, meliputi:
Pengenalan 4 kerangka kerja Deep Learning (8 Dimensi Profil Pelajar Pancasila, 3 Prinsip Pembelajaran, 3 Pengalaman Belajar, dan 4 Kerangka Desain Pembelajaran).
Penyusunan tiga alternatif Tujuan Pembelajaran (TP) berbasis taksonomi.
Perancangan RPP/Modul Ajar Intrakurikuler dan Kokurikuler.
Strategi asesmen dan pengisian rapor SD secara kontekstual.
Pengenalan gaya belajar murid.
“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi merupakan tonggak awal lahirnya ekosistem pembelajaran yang inovatif, humanis, dan menyenangkan bagi anak-anak di era digital.
Sebuah langkah kecil yang menyalakan cahaya besar untuk masa depan pendidikan,” pungkasnya penuh inspirasi.
(Sha)






