Tegur SDN Pamulang 1, Taryono: Itu Duplikasi Anggaran Harus Dikembalikan

oleh -
Dindikbud Tangsel

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGSEL – Dugaan dupilkasi anggaran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Dindikbud Tangsel) sudah mengirim surat teguran dan memerintahkan untuk mengembalikan uang wisuda perpisahan ke orang tua murid. Hal itu dibantah Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamulang 1, bahwa tidak pernah menerima surat tersebut.

Hal diakui Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Kabid PTK) Dindikbud Tangsel, Virgo mengaku sudah mengirim surat tersebut. “Surat teguran untuk mengembalikan uang, sudah dikirim ke SDN Pamulang 1,” jelasnya, Rabu (15/7/2020) lalu.

Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono mengaku sudah memberikan surat teguran dan sudah menugaskan Kabid PTK, Virgo untuk menyelesaikan persoalan pungutan SDN Pamulang 1 dengan berkirim surat untuk mengembalikan uang pungutan ke orang tua siswa.

“Saya sudah menugaskan Kepala Bidang untuk menyelesaikan persoalan Pamulang 1, suratnya sudah saya tanda tangani dan uang agar segera di kembalikan,” jelasnya, Jumat (17/72020).

Taryono juga menegaskan untuk anggaran yang sudah dianggarakan dalam anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) nasional dan daerah agar dikembalikan, kecuali bantuan yang sifatnya sudah disepakati oleh orang tua wali murid dan juga Komite sekolah.

“Yang sudah dianggarkan di Bosnas dan Bosda tidak boleh dipungut, itu duplikasi anggaran harus di kembalikan,” tegas Taryono.

Sebelumya, mengenai adanya surat teguran dibantah Kepala Sekolah SDN Pamulang 1, Mutiri mengkalim tidak pernah menerima surat teguran pengembalian uang dari Kadis Pendidikan Tangsel seperti yang telah di informasikan Kabid PTK, Virgo beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, dari total anggaran yang dipungut saat ini pihak sekolah hanya mengembalikan 450 ribu yang dan itu sudah berdasarkan kesepakatan wali murid yang diwakili tujuh orang dari 190 wali murid dan juga Komite sekolah.

“Berdasar perwakilan kesepakatan wali murid dikembalikan 450, sisanya untuk biaya kegiatan akhir tahun, subsidi silang dari 80 orang yang bisa melunasi,” terang Mutiri kepada Nasional News di kantornya, Rabu (15/7/2020).

Terkait adanya dugaan duplikasi anggaran kegiatan yang sudah dianggarkan dan tetapi kembali dipungut, Mutiri berkilah karena anggaran yang ada tidak mencukupi untuk membiayai kegiatan tersebut.

“Anggaran yang ada tidak mencukupi,” pungkasnya. (Yuyu)