TPQ dan Hafcil Darul Furqon Kutai Kartanegara Gelar Parenting Inovatif

oleh -
oleh
img 20251116 193122

NASIONALNEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – TPQ dan Hafcil Darul Furqon Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sukses menyelenggarakan kegiatan Parenting Gen Alpha Minggu (16/11/2025) bertempat di aula utama. Acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari para orang tua.

Kegiatan dibuka dengan doa oleh MC, Reni, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Kepala sekolah, Hj. Halimah, mewakili pengurus yayasan H. Slamet Susilo, menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga dan orang tua agar pendidikan berjalan beriringan.

Sementara itu, Kepala Desa Sidomukti Muara Kaman, Witomo, yang sekaligus membuka acara secara resmi, dalam sambutannya menekankan bahwa parenting merupakan strategi penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak Generasi Alpha yang begitu akrab dengan gawai.

Ia juga menyampaikan, apresiasi kepada narasumber dari Yogyakarta serta kepada para wali murid yang telah meluangkan waktu untuk hadir.

Memasuki sesi utama, hadir narasumber inspiratif dari Yogyakarta, Kak Sha – panggilan akrab dari Saiful Haq, M.Pd., CH., CHt., C.NLP., CT.GP., C.MMH. yang merupakan Trainer bersertifikat Great Parenting, Master Trainer BNSP, serta penulis buku-buku Parenting, Deep Learning, dan karya aplikatif lainnya, pernah meraih Juara I Nasional Lomba Menulis Enikki.

Dalam paparannya, mengulas karakteristik Generasi Alpha – anak-anak kelahiran 2010 ke atas yang tumbuh sepenuhnya di era digital, dekat dengan YouTube, AI, dan teknologi, namun pada saat yang sama rentan bersikap individual serta kurang peduli lingkungan sosial.

Sementara itu, sebagian besar orang tua berasal dari generasi Milenial yang perlu menyesuaikan pola asuh dengan perubahan zaman.

Kak Sha memaparkan, 5 Tips Parenting Gen Alpha, yakni:

1. Menanamkan Adab sebelum Ilmu
2. Membimbing penggunaan teknologi secara halal, aman, dan bijak.
3. Menjadikan Al-Qur’an sahabat dalam keseharian.
4. Mendidik dengan kasih sayang dan komunikasi dua arah.
5. Melatih tanggung jawab, akhlak sosial, dan amal nyata sejak dini.

Melalui pendekatan Neuro-Linguistic Programming (NLP), Kak Sha mengajak peserta memahami anak dengan sentuhan empati, bahasa positif, dan komunikasi yang membangun.

“Bukan hanya untuk anaknya, tapi juga untuk anaknya, mertuanya,” ujarnya berseloroh, disambut tawa hangat para peserta.

Sebagai penutup, orang tua diajak memasuki sesi renungan dengan narasi hypno parenting yang lembut dan menyentuh.

Momen ini mengajak orang tua menyadari kembali peran mereka sebagai pendidik utama dan teladan di rumah. Suasana hening, khusyuk, bahkan beberapa orang tua tampak meneteskan air mata haru.

(Sha)

No More Posts Available.

No more pages to load.