KPU DKI Himbau Masyarakat Kenali Kandidat Calon Wakil Rakyat di Pemilu 2024

oleh -
img 20231219 wa0056

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Waktu pelaksanaan Pemilu 2024 tinggal sedikit lagi. Untuk itu KPU DKI Jakarta bergegas menggelar Simulasi penghitungan suara (Tungsara) di kantor KPU Jakarta Timur pada senin (18/12) lalu.

Simulasi Tungsara dimaksudkan untuk mempersiapkan bimbingan teknis(Bimtek) bagi PPK, PPS dan KPPS serta memproyeksikan secara detail bagaimana pelayanan yang baik di tempat pemungutan suara (TPS) untuk masyarakat yang memiliki hak suara.

Ketua KPU Jakarta Timur, Tedy Kurnia menyatakan, “Simulasi Tungsara sangat penting untuk memudahkan pelaksanaan Bimtek, terutama dengan waktu pemilu yang semakin mendekat”

“Pentingnya simulasi ini kami lakukan untuk mempermudah Bimtek. Bimtek memiliki waktu yang terbatas, sementara jumlah TPS kami mencapai sekitar 8.812,” katanya.

Berbagai upaya terus dilakukan Tedy demi untuk mempermudah para petugas TPS dalam memahami, mempelajari proses pungut hitung, dan rekapitulasi, termasuk hasil rekapan.
Salah satu upaya lain dalam mempercepat dan mengefektifkan kegiatan simulasi adalah dengan mengajak kerjasama sebuah rumah Productions House ( PH).
Kehadiran tim PH tentu membuat KPU bisa lebih bagus dalam membuat dan mendokumentasikan berbagai kegiatan simulasi sehingga bisa disosialisasikan secara digital.

“Kami menggunakan rumah produksi untuk mendokumentasikan secara lengkap agar dapat dibuat dalam bentuk digital. Hasilnya akan disosialisasikan kepada KPPS tingkat kelurahan dan kecamatan melalui video simulasi,” tambah Tedy lagi

Senada dengan Tedy, Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI Dody Wijaya juga menyebut kalau video simulasi akan menjadi patokan bagi petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai standar baku.

“Ini menjadi video simulasi bagi Bimtek KPPS Karena kita perlu Bimtek yang terstandarisasi,” ujar Dody

Sebab katanya, di Jakarta ada 30.766 TPS, dan masing-masing TPS ada 7 petugas KPPS. “Jadi lebih kurang 215 ribu orang yang harus terstandarisasi,” ucapnya.

Dalam melakukan praktek pencoblosannya nanti, setiap pemilih jangan asal coblos gambar saja atau tanpa melihat gambar terlebih dahulu. Untuk itu setiap pemilih musti cerdas dan faham dengan kandidatnya yang akan dipilihnya nanti.
Tedy berharap setiap pemilih mengenali siapa kandidat ataupun calon wakil rakyat maupun partai politik yang mereka akan targetkan.

Dengan begitu menurutnya, “Ada adjustment waktu antara pemilih dan kandidat atau peserta pemilu”
Menurut Tedy, Kalau ada kedekatan antara pemilih dan calon pilihannya maka, pemilih akan lebih mudah memilih pada hari H – nya.

Dalam perhitungannya, Kalau seorang pemilih sudah punya calon pilihan di hari H maka, tata cara menggunakan pemilih itu pun bisa menjadi solusi agar tidak salah mencoblos.

“Kalau ada yang sebaliknya maka, kita perlu tingkatkan kembali sosialisasi dan mengoptimalkan lagi masa kampanye yang sudah berjalan hari ini. ” Tujuannya agar pemilih mudah mengenali calon wakil legislatif ataupun eksekutifnya”

“Dalam beberapa minggu ke depan, simulasi juga akan dilakukan di beberapa kota selain Jakarta Timur. Semoga setelah simulasi Tungsara, petugas PPK, PPS, dan KPPS dapat memahami dengan baik dan mencegah proses perhitungan suara ulang,” harapnya.

Usai Jaktim, nantinya simulasi ini akan digelar secara berkesinambungan di 3 wilayah DKI Jakarta lainnya.

Jalannya Simulasi

Sudah sejak pagi area di dalam TPS telah disediakan puluhan kursi merah untuk antrean pemilih. Beberapa tempat duduk khusus kelompok prioritas seperti pemilih ibu hamil, lansia serta penyandang disabilitas pun juga disediakan

Dalam peragaan itu ada tujuh orang berperan sebagai KPPS dan telah disiapkan posisinya masing-masing sesuai tugasnya. Kemudian ada juga sekelompok saksi dari perwakilan partai peserta pemilu.

Sebelum acara simulasi dimulai, petugas KPPS dan saksi menggelar rapat pembukaan TPS yang dipimpin oleh ketua KPPS. Lalu sang ketua membaca ikrar petugas dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian beberapa petugas membawa logistik berupa kotak tempat kertas suara dan pernak pernik penghitungan yang berada didalam kota seperti lem, gunting, paku untuk dibuka dihadapan saksi dan pemilih yang sudah hadir di situ.

Satu kotak suara mewakili pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR, dan DPRD.
Satu kotak suara mewakili pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD. Petugas kemudian mengeluarkan sejumlah surat suara dari setiap kotak suara, lalu dihitung. Jumlahnya mengacu kepada jumlah DPT, ditambah dua persen surat suara cadangan.

Petugas KPPS kemudian menjelaskan teknis pemungutan suara, jenis surat suara, hingga sejumlah hal yang dilarang dilakukan saat pemungutan suara berlangsung.

Selanjutnya, simulasi berlanjut ke sesi pencoblosan. Petugas KPPS memanggil satu per satu nama pemilih berdasarkan urutan kedatangan.

Sebelum memasuki bilik suara, pemilih diharuskan terlebih dahulu menunjukan formulir C6 atau undangan memilih.

Bagi pemilih disabilitas yang membutuhkan pendampingan, akan dibantu Petugas Pengamanan

Bagi pemilih disabilitas yang membutuhkan pendampingan, akan dibantu Petugas Pengamanan atau bisa orang yang ditunjuk oleh yang bersangkutan demi kenyamanan si pemilih.
Namun mereka diwajibkan mengisi formulir C terlebih dahulu dan haruskan merahasiakan pilihan si pemilih.

Lalu, pemilih akan diberi surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif.

Setelah itu, pemilih dipersilahkan memasuki bilik suara untuk mencoblos. Bagi pemilih penyandang kebutuhan khusus, mereka sudah dipandu sejak dari awal kedatangan hingga selesai di meja tinta. Keberadaan mereka bisa diwakili sejak dari kedatangan hingga pemilih menyelesaikan kegiatannya.

Selesai mencoblos, pemilih bisa langsung diarahkan menuju meja kotak suara, dan mencelupkan salah satu jarinya ke tinta berwarna ungu.

Terdapat sosialisasi bagi pemilih dengan gangguan disabilitas, pemilih yang beda alamat KTP dengan lokasi rumah ya, pemilih yang datang kesiangan, pemilih yang sedang hamil, pengguna kursi roda, dll.

Acara ini dihadiri oleh ratusan orang dari beragam identitas. Berlangsung dari pukul 09.00 wib hingga pukul 12,00 siang. Hadir para ketua dan anggota KPPS, unsur TNI-Polri, para ketua RT, dan Kesbangpol.
Usai menyaksikan acara sosialisasi Tungsara tersebut rombongan media lanjut menuju kota Bogor untuk mengikuti acara lainnya.

——————————————————————–Amex

No More Posts Available.

No more pages to load.