Capai Miliaran, Pedagang Pasar Kota Bumi Minta Pemkab Tangerang Tinjau Rencana Revitalisasi

oleh -
img 20230930 wa0029

NASIONALNEWS.ID, KABUPATEN TANGERANG – Harga Kios yang ditawarkan perumda pasar yang dinilai tidak terjangkau menjadi alasan ratusan pedagang pasar Kotabumi meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang meninjau kembali rencana revitalisasi.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun harga untuk satu unit kios berukuran  3 x 3 dipatok paling murah 207 Juta dan tertinggi berukuran 6 x 6 dipatok 1milyar lebih.

Kendati dapat dicicil selama 18 kali dengan uang muka minimal 40 %, para pedagang masih merasa keberatan dengan harga yang dipatok.

Bukan cuma itu, kekhawatiran akan sepinya pembeli lantaran tata letak tempat usaha yang dinilai rancu menjadi pertimbangan para pedagang mendesak Pemda Tangerang meninjau kembali rencana revitalisasi pasar Kotabumi.

“Tata letak yang sekarang aja cuma cukup buat makan, apalagi nanti  yang harus membayar ratusan juta udah gitu letak kios kami yang berdagang pakaian ditaruh diatas sudah pasti akan tambah sepi,” ungkap salah seorang pedagang pasar yang enggan disebutkan namanya dengan pertimbangan keamanan kepada wartawan Jumat (29/9/2023).

Menurutnya, pasca kerusuhan yang terjadi beberapa hari kebelakang menjadikan omset penjualan para pedagang terjun bebas lantaran para pembeli merasa khawatir akan kejadian kerusuhan susulan.

“Parah banget bang, ngga rusuh aja udah sepi ditambah lagi kemaren ada kerusuhan ya ancur – ancuran kita disini bang dagang,” jelas dia.

Ditempat terpisah, Rizky Affandy Koordinator Gerakan Sipil Tangerang Raya (GESTUR) menilai  Perumda Niaga Kerta Raharja kurang lihai dalam melihat, memahami situasi dan kondisi pasar yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Mereka pedagang kecil yang baru saja atau mungkin tengah melakukan pemulihan pasca dihantam Covid, masa iya mereka harus kembali dibebankan biaya yang kami rasa itu memberatkan,” ungkap Rizky kepada Wartawan.

Menurut dia, para pedagang pasar Kotabumi telah melihat beberapa contoh pasar usai direvitalisasi di Kabupaten Tangerang yang saat ini dinilainya kurang maksimal.

“Tidak perlu jauh – jauh, mereka melihat sendiri revitalisasi pasar Cisoka, memang betul pasar yang sudah direvitalisasi terbilang representatif dan layak, namun dari sisi lainnya para  masyarakat lebih memilih pasar cisoka lama yang hingga saat ini tidak kunjung ditertibkan lantaran kurangnya ketegasan dari para pemangku kebijakan,” jelas Rizky.

Hal senada diungkapkan ketua DPRD Kabupaten Tangerang Khalid Ismail yang mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk melakukan evaluasi atas rencana revitalisasi tersebut.

“Saya minta kepada Pemkab Tangerang untuk segera melakukan evaluasi terhadap Perumda Niaga Kerta Raharja dan evaluasi kegiatan rencana revitalisasi Pasar Kutabumi,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail dikutip dari Tribunnews.

Menurut dia, evaluasi dinilai perlu dilakukan untuk meminimalisir kembalinya konflik yang berujung perusakan dan penganiayaan yang mengakibatkan jatuhnya korban.

“Kemudian setelah evaluasi kita tunggu hasilnya seperti apa, apakah kemudian program ini sementara ditunda atau bagaimana, sambil menunggu kondusivitas di masyarakat,” ujar dia.

Dirinya mendorong kepada pihak Polresta Tangerang untuk dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya berharap kepada pihak Kepolisian mengusut tuntas bagi oknum-oknum yang dengan sengaja sudah melakukan tindakan diluar ketentuan hukum berlaku,” ujar Kholid.

Diberitakan sebelumnya, ratusan orang tak dikenal yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) menyerang pedagang Pasar Kutabumi.

(Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.