Dekan UPH Sebut Pengembangan Wisata Keranggan Perlu Campur Tangan Pemerintah

oleh -
img 20211225 wa0021

NASIONALNEWS.ID, TANGERANG – Universitas Pelita Harapan (UPH) melasanakan Program Kreatipitas Mahasiswa (PKM) bentuk pengabdian kepada masyarakat, berupa bimbingan pengembangan potensi wisata di kampung Keranggan Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang masuk dalam  desa wisata di Indonesia. Dalam pengembangan desa wisata Keranggan tersebut, Dekan UPH menyebut perlu kerjasama pemerintah dan masyarakat, Rabu (22/12/2021).

Dekan pariwisata UPH , profesor Diena Mutiara Lemy  mengatakan, bahwa kegiatan PKM di kampung keranggan merupakan bagian dari Tri Darma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat dan  sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset dan Teknologi  (Kemdikbudristek).

“Kegiatan hari ini masuk dalam Tri Darma peeguruan tinggi. Tri Darma itukan ada pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, PKM kali ini masuk juga dalam dukungan kami terhadap program merdeka belajar kampus  merdeka, dalam dukungan belajar dari program Kemdikbud,” ucapnya usai acara yang dilaksanakan di rumah makan desa wisata Keranggan.

Lebih jauh Diena  menjelaskan, alasan UPH memilih Desa Keranggan sebagai objek PKM, yaitu keberadaan Desa Keranggan di Provinsi Banten sama dengan  UPH, Desa Keranggan juga di menilai unik dan  memiliki potensi yang layak dibantu dalam proses pengembangannya.

“Desa Keranggan itukan ada di provisi Banten sama dengan UPH, Desa Keranggan itu unik desa tapi rasa kota, dia itu kota tapi rasa desa mungkin karena lokasinya yang berdekatan dengan kota,  banyak potensi yang ada di Keranggan yang layak untuk dibantu untuk pengembangannya sehingga apa yang di harapkan bisa terwujud,” jelasnya yang juga Dewan Kepariiwisataan RI.

Selain itu, konsep keberlanjutan lingkungan yang diterapkan di lokasi wisata Keranggan menjadi daya tarik tersendiri bagi UPH.

“Satu yang menarik, pendirinya ini menginginkan Desa Keranggan mengusung konsep keberlanjutan  lingkungan sesuai dengan SDG sekarang, disini menggunakan energi terbarukan energi panel surya untuk penerangan sebagai pemanfaatan sumberdaya alam, mengurangi emisi karbon ada pemilahan sampah  yang jelas ada rumah pemilahannya,” ucapnya.

Selain itu konsep desa wisata  Keranggan dinilai sesuai dengan program pemerintah yaitu keberlanjutan lingkungan .

“Salah satu yang di usung pemerintah dalam desa wisata adalah keberlanjutan lingkungan, indikator-indikator yang ada disini masuk dalam indikator desa wisata berkelanjutan,”

Dalam pengembangan Desa wisata keranggan tim UPH memiliki catatan-catatan, diantaranya penguatan tatakelola, selain itu campur tangan pemerintah dinilai sangat penting untuk peningkatan dan keberlangsungan desa wisata Keranggan.

“Pertama, tata kelola itu harus diperkuat,  pa Alwani beserta tim harus mendapat dukungan, masyarakat harus digugah kesadarannya bahwa mereka bagian dari desa wisata, mereka harus membantu. kedua, pemerintah, walau bagaimanapun peran serta Pemda itu penting, mereka memiliki regulasi dan kebijakan. walaupun mereka sudah mandiri lari mereka tidak cepat malah bisa gagal jika tidak di bantu pemerintah,”

Pemda diminta untuk membantu dalam hal regulasi, mengakomodir dalam pengembangan jangka panjang, jika ada pelatihan kapasitas  yang dilaksanakan pemerintah desa wisata bisa dilibatkan sehingga dapat cepat berkembang .

“Kenapa perlu campur tangan Pemerintah Daerah, desa wisata itu ada empat kelompok, rintisan yang masih baru, berkembang, tahap ketiga maju, terus mandiri. diani bagus dalam waktu lima tahun sudah masuk berkembang. masih ada dua tahap lagi yang harus dia capai,” pungkasnya.

(Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.