NASIONALNEWS.id SLEMAN – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai jumpa pers Ngayogjazz 2025 yang digelar pada Selasa (11/11/2025) pukul 12.00 WIB di Citywalk Mataram City, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam pertemuan tersebut, panitia resmi mengumumkan pelaksanaan Ngayogjazz 2025 yang akan digelar di Kalurahan Imogiri, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, dengan mengusung tagline unik nan jenaka: “Jazz Diundang Mbokmu.”
Imogiri, Desa Pusaka yang Kaya Warisan Budaya
Dipilihnya Imogiri sebagai lokasi festival bukan tanpa alasan. Desa ini dikenal luas sebagai kawasan pusaka dengan sejarah panjang dan warisan budaya yang mendunia.
Selain menjadi tempat peristirahatan para raja Mataram, Imogiri juga terkenal sebagai sentra batik tulis klasik, pengrajin keris, dan berbagai kesenian tradisional seperti bergodo, tari, dan jatilan.
Menurut Slamet Santosa, Panewu Kapanewon Imogiri, kekayaan kerajinan Batik dan Keris telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.
Imogiri ini bukan hanya tentang makam raja, tapi tentang hidupnya budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Di sini ada batik, keris, bergodo, hingga tari dan jatilan yang masih lestari. Kami bangga menjadi tuan rumah festival sebesar Ngayogjazz,” ujarnya.
Guyub Jogja: Simbol Kebersamaan Lintas Komunitas
Ngayogjazz tidak hanya milik para musisi. Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi denyut nadi utama penyelenggaraan festival ini. Tahun ini, Guyub Jogja kembali hadir membawa beragam komunitas kreatif, mulai dari kopi, sepeda onthel, fotografi, otomotif, hingga seni visual.
Aji Wartono, Board Creative Ngayogjazz, menuturkan bahwa konsep acara ini adalah kolaborasi warga, bukan sekadar hiburan.
Ngayogjazz adalah ruang perjumpaan, bukan pertunjukan satu arah. Musik hanyalah pengikatnya. Yang utama adalah bagaimana warga, komunitas, dan seniman bergerak bersama,” jelasnya.
Hata: Ngayogjazz Itu Pesta Rakyat
Perwakilan komunitas non-musik, Hata, menambahkan bahwa keikutsertaan mereka lahir dari semangat kolektif sejak awal berdirinya Ngayogjazz tahun 2009.
Ngayogjazz itu pesta rakyat, bukan acara eksklusif. Kami ingin memperlakukan sesuatu dari luar dengan cara kita sendiri—hangat, terbuka, dan penuh sikap. Semua unsur, baik musik maupun non-musik, berbaur dan saling menghidupi,” ujarnya.
Hata mengingatkan bahwa sejak awal Ngayogjazz telah menjadi ruang gotong royong, di mana komunitas otomotif, visual, hingga sosial turut berkontribusi dalam elemen artistik acara.
Deretan Musisi Nasional dan Internasional
Ngayogjazz 2025 akan digelar pada Sabtu, 15 November 2025, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, di Kalurahan Imogiri.
Sejumlah musisi papan atas Indonesia seperti Sri Hanuraga, Andre Dinuth, Aditya Ong Quartet, Dion Subiyakto, Woppa feat. Farah Di, dan Kua Etnika feat. Ari Wvlv & Gamellance akan tampil menghibur pengunjung.
Dari mancanegara, turut hadir Kevin Saurs Group 4Tet (Prancis), Eel Van Breen Quartet (Belanda), serta Bennet Brandeis Trio (Amerika Serikat).
Tak ketinggalan komunitas jazz se-Nusantara, mulai dari Etawa Jazz Club Jogja, Shade Jazz Ngisoringin Semarang, Fusion Jazz Community Surabaya, hingga Lava Cake Pekalongan Blues Society.
Pasar Jazz dan Kesenian Warga
Selain suguhan musik, pengunjung akan dimanjakan dengan Pasar Jazz yang menampilkan produk UMKM dan kuliner khas Imogiri.
Warga juga akan mempersembahkan berbagai kesenian tradisional seperti tari, bergodo, dan jatilan, memperlihatkan semangat kolaborasi antara budaya lokal dan musik modern.
Gratis dan Terbuka untuk Semua
Sesuai tradisinya, Ngayogjazz 2025 dapat dinikmati gratis tanpa tiket masuk. Panitia mengajak seluruh pengunjung untuk menjaga sopan santun, kebersihan, dan keamanan selama acara berlangsung.
Ngayogjazz adalah ibadah budaya—semua dilakukan dengan cinta dan suka cita,” ungkap Kusen Alipah Hadi, salah satu penggerak festival ini.
Ngayogjazz 2025 – Jazz Diundang Mbokmu:
Panggilan hangat untuk pulang, tertawa, dan bergembira di Imogiri — desa pusaka yang berpadu indah dengan irama jazz.
(Satrio)





