NASIONALNEWS.ID BANTUL– Di tengah kemeriahan acara Halalbihalal yang digelar oleh Ikatan Keluarga Besar Minang Yogyakarta (IKBMY), dua sosok sesepuh perantau Minang menjadi pusat perhatian. Acara tersebut berlangsung di Gedung IWS Jogonalan, Tirtonirmolo, Bantul, Yogyakarta, pada Kamis malam (16/4/2026).
Kedua tokoh tersebut adalah Prof. Dr. Syafri Sairin, M.A., Guru Besar Antropologi FIB UGM, dan Rachmad Ali, sosok senior di dunia perbankan Yogyakarta.
Sosok ‘Bankir Rakyat’ dan Sesepuh Perantau
Nama Rachmad Ali bukan lagi nama asing bagi kalangan perbankan di DIY. Ia dikenal luas sebagai cikal bakal pendiri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Yogyakarta. Kedekatannya dengan masyarakat membuat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menjuluki beliau sebagai “Bankir Rakyat”.
Dalam sambutannya, Prof. Syafri Sairin mengenang masa awal keberadaannya di Yogyakarta. Beliau tercatat sebagai salah satu warga Minang yang paling lama menetap di Kota Pelajar ini.
“Mungkin sayalah orang Minang yang terbilang lama tinggal di Yogyakarta setelah Rusdi Syamsudin. Saya sudah di sini sejak tahun 1961, sedangkan Pak Rachmad Ali masih di bawah saya,” ujar Prof. Syafri di hadapan ribuan hadirin.
Filosofi ‘Raso Jo Pareso’
Mantan Deputi Menteri Riset dan Teknologi era Hatta Rajasa (2003) ini juga menekankan pentingnya adaptasi bagi warga perantauan. Ia menegaskan bahwa meskipun berasal dari ranah Minang, secara administratif dan sosial, mereka adalah warga Yogyakarta.
Prof. Syafri mengajak warga IKBMY untuk terus menjunjung tinggi filosofi “Raso Jo Pareso” (Rasa dan Periksa/Logika). Dalam budaya Minangkabau, istilah ini merujuk pada integrasi emosi, etika, dan kesopanan dalam interaksi sosial.
“Menariknya, dalam budaya Jawa, filosofi ini juga memiliki kemiripan. Orang yang memiliki rasa adalah mereka yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga halus dalam bertutur, bertindak, dan berelasi,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan kembali tentang keunikan sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau—salah satu yang terbesar di dunia—di mana garis keturunan dan warisan diturunkan melalui ibu.
Penghormatan dari Generasi Muda
Kehadiran para sesepuh ini memberikan makna mendalam bagi organisasi perantau. Ketua DPC Sulit Air Sepakat (SAS) Yogyakarta, Latifah, mengakui sosok Prof. Syafri dan Rachmad Ali adalah kompas bagi warga perantau. “Beliaulah sesepuh tempat kami meminta nasihat dan petuah. Mungkin hanya beberapa orang yang mengetahui mendalam tentang sosok beliau, namun pengaruhnya sangat besar bagi kami,” tutur Latifah.
Kemeriahan Lintas Komunitas
Acara Halalbihalal ini berlangsung sukses dan kondusif dengan dihadiri berbagai komunitas Minang, di antaranya:
-
Minang Rantau
-
Gonjong Limo
-
Ikatan Keluarga Minang (IKM) Yogyakarta dan Surakarta
-
Warga Kabèye
-
Parit Paga
-
DPC SAS Yogyakarta
Suasana semakin semarak dengan penampilan dua penyanyi kondang asal Sumatera Barat, Olivia Tanjung dan Ayu Amanda, yang menghibur para tamu hingga penghujung acara.
(Ridar/Red)






