Istana Rokan Bukti Kuat Adat Melayu

oleh -
img 20250915 202808

NASIONALNEWS.ID, PEKANBARU – Gubernur Riau, Abdul Wahid, meresmikan Istana Kerajaan Rokan di Kota Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, pada Sabtu (13/9/2025). Peresmian berlangsung khidmat dengan prosesi adat, penyematan gelar kehormatan, serta kenduri budaya yang dihadiri tokoh masyarakat dan undangan.

Dalam sambutannya, Gubernur Abdul Wahid menegaskan bahwa istana ini merupakan simbol penting bagi masyarakat Riau.

> “Istana ini adalah simbol sejarah yang memperlihatkan betapa kuatnya adat dan budaya Melayu di tanah Rokan Hulu, yang juga dikenal sebagai kota seribu suluk,” ujar Abdul Wahid.

Pemugaran Istana Rokan

Istana Kerajaan Rokan kembali berdiri megah setelah melalui proses renovasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau. Menurut Gubernur termuda di Indonesia itu, pemugaran ini tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari ikhtiar menjaga jati diri dan warisan budaya Melayu.

> “Pemugaran ini adalah wujud komitmen menjaga akar budaya. Saya berpesan kepada para penerima gelar adat agar menjadikannya teladan, bukan untuk bermegah,” tegasnya.

Penganugerahan Gelar Adat

Acara peresmian semakin semarak dengan penganugerahan gelar adat Melayu Riau kepada sejumlah tokoh.

Prof. Dr. Junaidi, Rektor Universitas Lancang Kuning, menerima gelar Datuk Paduko Junjungan Alam.

img 20250915 202748

Tokoh lainnya seperti Dr. dr. Chaidir, MM, Muhammad Zaki, SSTP, dan Anton Surya Atmajaya juga mendapatkan gelar kehormatan adat.

Sejarah dan Nilai Filosofis Istana Rokan

Istana Rokan merupakan peninggalan bersejarah dari Kesultanan Rokan (Kerajaan Rokan) yang berdiri sejak abad ke-14. Kerajaan ini didirikan pada tahun 1340 M oleh Sutan Seri Alam dari Koto Banio Tinggi, yang menjadi cikal bakal Kerajaan Rokan IV Koto.

Raja-raja awal Kerajaan Rokan diyakini masih keturunan Raja Pagaruyung (Minangkabau). Seiring perjalanan sejarah, kerajaan ini kemudian beragama Islam.

img 20250915 202757

Ciri khas istana berbentuk rumah tinggi Melayu dengan tiga tangga utama, yang masing-masing melambangkan:
1. Kekuasaan
2. Adat
3. Alim ulama

Makna filosofis ini mencerminkan tatanan sosial masyarakat Rokan di masa lalu.

Istana Rokan sendiri dibangun sekitar 200 tahun lalu dan menjadi satu-satunya istana kerajaan yang masih tersisa di Kabupaten Rokan Hulu setelah runtuhnya Kerajaan Rokan Tua. Kini, istana tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya penting di Riau.

Harapan ke Depan

Masyarakat berharap dengan diresmikannya kembali Istana Rokan, tempat bersejarah ini dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus tujuan wisata budaya. Hal ini diharapkan mampu mengangkat harkat Riau sebagai Rumah Rumpun Melayu di Nusantara.

(Agus/)*

No More Posts Available.

No more pages to load.