Jam Operasional Dibatasi, APPAL Nilai Satpol PP Abaikan Kebijakan Walikota

oleh -
Pasar Lama

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Jam oprasional bagi pedagang yang berada di Pasar Lama Kota Tangerang dibatasi, Aliansi Pedagang Pasar Lama (APPAL) menilai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang abaikan kebijakan walikota prihal Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dalam memutus mata rantai dalam penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang.

Koordinator APPAL Abu Salam menilai, kebijakan yang telah ditandatangani dan diterapkan tersebut hanya berlaku di Pasar Lama Kota Tangerang. Terlebih, masih banyak terdapat titik – titik kerumunan lain yang tersebar di Kota Tangerang.

“Kita berbicara keadilan, jangan cuma di Pasar Lama dong yang dibatasi, tapi semua titik keramaian seperti pasar malam, pasar kaget atau Pedagang Kaki Kima (PKL) lainnya disepanjang jalan atau disekitaran perkampungan,” tegasnya kepada Wartawan, Senin (14/9/2020).

Dirinya juga menduga ketidak mampuan Satpol PP Kota Tangerang, dalam mengamankan kebijakan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah yang menjadi faktor utama kurang efektifnya pemberlakuan pembatasan jam operasional para PKL.

“Lagi- lagi pasar lama yang dibatasi, kita sudah lima bulan terakhir disiksa oleh Satpol PP dengan alibi berbagai kebijakan Pemkot, mulai akses jalan ke Pasar Lama yang ditutup bariel, hingga pembatasan jam buka,” tukas Abu Salam.

Menurutnya, dengan membatasi jam operasional di Pasar Lama, Satpol PP Kota Tangerang diduga hanya memindahkan beberapa kilometer kerumunan masyarakat.

“Sekarang Pasar Lama dibatasi jamnya, masyarakat tumpah kebeberapa lokasi pusat jajanan di luaran Pasar Lama, dan jalan ke arah GOR Dimyati ada cafe, kaki lima, dan dibeberapa perkampungan lingkungan, ada pusat jajanan yang sudah jelas- jelas melanggar, tapi kenapa Satpol PP nggak berani memberikan sanksi,” tanya Abu Salam.

Berdasarkan informasi tersebut, hasil penelusuran beberapa pusat jajanan dan PKL di beberapa titik yang ada di Kota Tangerang, terdapat setidaknya belasan PKL dan beberapa Coffee yang masih melayani makan di tempat.

Tidak hanya itu, terdapat beberapa pusat jajanan kampung kaki lima di sekitaran wilayah Panunggangan Utara. Hasilnya, didapati masih banyak para PKL yang buka hingga larut malam.

Terlebih, kisaran jalan menuju Komplek Sekneg, beberapa PKL yqng masih beroprasi tidak jarang menyebabkan kemacetan disekitaran lokasi, lantaran sebagian besar dari para PKL tersebut tidak memiliki lahan parkir, sehingga seringkali dikeluhkan oleh masyrakat sekitar.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Satpol PP meski beberapa kali wartawwan mencoba menghubungi salahsatu pejabat Satpol PP melalui aplikasi pesan singkatnya, namun belum mendapat respon.(Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.