Jembatan Serayu Banyumas Ditutup Total 15 Juni–30 Juli 2026, Kendaraan Berat Dialihkan via Buntu–Menganti–Rawalo

oleh -
oleh
img 20260421 wa0013

NASIONALNEWS.ID BANYUMAS—Jembatan Serayu Banyumas akan ditutup total mulai pertengahan Juni hingga akhir Juli 2026. Penutupan dilakukan menyusul pekerjaan pergantian lantai plat jembatan yang kondisinya dilaporkan sudah keropos dan dinilai membutuhkan penanganan segera.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, Nandang Sungkono, mengatakan penutupan total akan diberlakukan mulai 15 Juni hingga 30 Juli 2026. Selama periode tersebut, arus lalu lintas akan direkayasa, termasuk pengalihan kendaraan berat.

“Kita tutup total mulai 15 Juni sampai 30 Juli 2026. Nanti sebelum penutupan akan ada sosialisasi terhadap warga terdampak,” kata Nandang saat FGD Pra Sosialisasi Paket Preservasi Jalan Buntu–Banyumas–Ajibarang, Selasa (21/4/2026), di Bale Adipati Mrapat, Kecamatan Banyumas.

Selama penutupan berlangsung, kendaraan berat dengan tonase di atas 8 ton akan dialihkan melalui jalur Buntu–Menganti–Rawalo.

Nandang menjelaskan, penentuan waktu penutupan tersebut merupakan hasil kesepakatan lintas instansi. Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, hingga unsur TNI dan Polri.

“Ada beberapa masukkan tadi seperti menunggu waktu anak-anak sekolah selesai ujian, dan juga menyesuaikan adanya beberapa event nasional di Kota Lama Banyumas,” jelasnya.

Ia menyebut pekerjaan pergantian lantai plat Jembatan Serayu diperkirakan memakan waktu 45 hari. Proyek tersebut dinilai mendesak karena tingkat kerusakan lantai jembatan sudah serius.

“Kondisi (plat lantai jembatan) sudah keropos. Kita ganti setelah 34 tahun, sudah waktunya diganti sebelumnya hanya pemeliharaan berkala,” ungkap Nandang.

Dalam proyek ini, pihaknya memastikan tidak akan membangun jembatan sementara. Keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan teknis, terutama bentang sungai yang terlalu panjang serta keterbatasan lahan pendukung.

“Yang kedua, karena tidak ada lahan,” tuturnya.

Ia menegaskan, keputusan tidak membangun jembatan darurat telah melalui kajian teknis.

img 20260421 wa0012
Pengalihan arus lalu lintas adanya Rute Penutupan Jalan,

Adapun penanganan Jembatan Serayu mencakup sejumlah pekerjaan, di antaranya galian perkerasan aspal, pergantian expansion joint, patching beton, hingga pengecatan struktur baja.

“Alokasi anggaran Rp2,6 miliar. Pekerjaan yang utama itu pergantian lantai jembatan panjang 69,30 meter,” katanya.

Proyek tersebut merupakan bagian dari paket preservasi jalan nasional. Berdasarkan hasil survei lapangan, kondisi Jembatan Serayu masuk kategori harus segera ditangani dengan nilai kondisi tercatat di angka 3, yang berarti membutuhkan penanganan cepat demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

(Widhiantoro)

No More Posts Available.

No more pages to load.