NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Karang Taruna Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar kegiatan Latihan Kepemimpinan Karang Taruna 1 (LKKT 1) juga sosialisasi akan bahaya penggunaan narkoba. Kegiatan berlangsung di aula Kelurahan Semanan, Minggu (6/11/2022).
Dalam kegiatan tersebut, ketua Karang Taruna Kelurahan Semanan mengundang pengurus Gerakan Anti Madat (Geram) untuk mensosialisasikan pengenalan bahayanya narkoba di kalangan pemuda.
Pengurus Geram DPW DKI
M.Masykur mengatakan, di kegiatan Latihan Kepemimpinan Karang Taruna, pihaknya diminta karang taruna sebagai narasumber untuk mensosialisasikan akan bahayanya narkoba terhadap generasi muda.
Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, ketua Geram DKI menekankan kepada para pemuda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba dilingkungan masing-masing.

“Dengan sosialisasi akan bahayanya penggunaan narkoba seperti ini, setidaknya para pemuda di Semanan bisa mengantisipasi, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Karena persoalan narkoba di kalangan pemuda, saat ini sangat memprihatinkan,” kata Masykur saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (6/11/2022).
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba di kalangan pemuda kondisinya sangat genting, yang dapat mengancam generasi muda bangsa.
“Saya berharap, untuk masalah narkoba, bukan hanya peran pemuda, namun dibutuhkan juga peran tokoh masyarakat, tokoh agama yang harus ikut aktif dalam berpartisipasi meningkatkan kepedulian terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayahnya,” ujar Masykur.
Masykur juga berharap kepada keluarga atau orang tua, agar terus memperhatikan anak-anaknya di dalam pergaulannya sehari- hari.
“Peran orang tua sangat dibutuhkan, karena mereka juga wajib mengetahui, mengawasi putra dan putrinya, apabila ada perilaku anaknya yang kurang wajar, segera konsultasikan. Karena kalau sudah terjerumus ke lingkungan narkoba, maka cita-citanya anak tersebut akan hancur dan akan menjadi penyesalan didalam keluarga,” tuturnya.
(Budi Beler)











