NASIONALNEWS.ID YOGYAKARTA-Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) berkomitmen memperkuat prestasi nasional melalui dukungan KONI dan swasta, dengan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) DIY 2026 sebagai ajang utama mencari bibit unggul atlet yunior, di tengah dominasi prestasi Yogyakarta yang berpotensi bergeser ke daerah lain.
Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) terus fokus meningkatkan prestasi atlet ke tingkat dunia, termasuk kualifikasi Olimpiade. Dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pihak swasta diperkuat untuk membangun ekosistem olahraga yang profesional dan kompetitif. Pernyataan ini disampaikan oleh H. Heriansyah SE, Wakil Ketua Bidang Organisasi PBTI periode 2023-2027, saat menghadiri Popda DIY 2026 di Yogyakarta pada 1-5 April 2026.
“Prestasi para atlet taekwondo dari berbagai pengda hingga kini menunjukkan hasil gemilang. Ajang Popda Yogyakarta, khususnya cabang taekwondo, menjadi salah satu tujuan utama untuk mencari atlet yunior potensial,” ujar H. Heriansyah saat ditemui NasionalNews.id di Cafe Dombesu Yogyakarta, Selasa malam (7/4/2026).
Popda DIY 2026 diikuti oleh 2.476 atlet pelajar dari 33 cabang olahraga, dengan Kabupaten Sleman meraih gelar Juara Umum melalui 91 medali emas, 86 perak, dan 110 perunggu. Acara ini bertujuan menjaring bibit unggul olahraga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta memperkuat semangat sportivitas di kalangan pelajar.
H. Heriansyah menegaskan bahwa dari cabang taekwondo di Popda, PBTI akan melanjutkan seleksi atlet yunior berprestasi yang mewakili Indonesia. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 23-26 April 2026 di Kalimantan Timur. Para atlet taekwondo DIY selama 2025-2026 telah menunjukkan prestasi cemerlang, termasuk raihan medali emas di PON Bela Diri 2025, kejuaraan internasional, serta dominasi di tingkat pelajar dan mahasiswa. Atlet unggulan seperti Rayinda Syah Alexandra berhasil meraih emas di PON, sementara dojang Josma dan tim universitas (AMIKOM, UPY, UPN, UMY) konsisten menyabet puluhan medali di ajang nasional.
“Selama ini, Yogyakarta mendominasi barometer prestasi taekwondo nasional, tapi tidak menutup kemungkinan bergeser ke daerah lain seperti Jawa Tengah dan dua wilayah lainnya,” tambahnya. Pembinaan atlet taekwondo nasional dilakukan secara terstruktur melalui PBTI, meliputi usia dini, kejuaraan berjenjang seperti KONI Cup Series dan Porda/Porprov, serta penerapan ilmu keolahragaan (sport science). Sinergi dengan instansi seperti TNI/Polri dan dukungan swasta dari Bank Mandiri turut memperkuat ekosistem prestasi nasional.
(Ridar)











