NASIONALNEWS.id,YOGYAKARTA–Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY memulai babak baru kepengurusan masa bakti 2025–2030. Pelantikan yang dipimpin langsung Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, berlangsung khidmat di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Kamis (21/1/26).
Hudono kembali dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua PWI DIY untuk periode kedua. Kehadiran Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menambah bobot momentum strategi ini.
Strategi Momentum di Pusat Pemerintahan
Hudono menilai pelaksanaan pelantikan di Komplek Kepatihan merupakan bentuk kehormatan besar bagi insan pers.
“Pelantikan ini menjadi sangat istimewa karena dilaksanakan di pusat pemerintahan Pemprov DIY dan disaksikan langsung oleh Gubernur serta Wali Kota. Ini adalah momentum strategi bagi PWI DIY,” ujar Hudono .
Ia menegaskan, ke depan PWI DIY akan fokus pada penguatan profesionalisme wartawan di tengah arus digitalisasi.
“Kami ingin memastikan wartawan tidak hanya cepat, tapi juga akurat, beretika, dan bertanggung jawab. PWI DIY akan terus mengawal marwah profesi,” tegasnya.
Menanti Realisasi Grha Pers Pancasila
Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah tindak lanjut pembangunan Grha Pers Pancasila , gagasan yang pertama kali dicetuskan Sri Sultan pada tahun 2018. Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat edukasi jurnalistik dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Merespons harapan PWI DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan Arah agar rencana tersebut segera dimatangkan secara ilmiah.
“Silakan dirumuskan terlebih dahulu studi akademiknya. Dengan itu, baru bisa keluar Detail Engineering Design (DED)-nya. Kalau sudah ada kajian yang jelas, tahapan berikutnya bisa diproses,” pungkas Ngarsa Dalem .
RIDAR







