Pelatihan Jurnalistik untuk Penguatan Informasi HIV/AIDS di Yogyakarta

oleh -
oleh
img 20251125 120512

NASIONALNEWS.id YOGYAKARTA – Upaya memperkuat kemampuan publikasi para pendamping komunitas kembali mengelar Pelatihan Jurnalistik di Ingkung Grobog, Jalan Ipda Tut Harsono NO. 18, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (24/11/2025), pukul : 13.00Wib-15.00Wib.

Kegiatan ini diikuti peserta dari perwakilan berbagai Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang selama ini bekerja langsung bersama populasi kunci di lapangan.

Pelatihan dirancang agar para pekerja komunitas mampu menuliskan kegiatan, temuan lapangan, hingga edukasi kesehatan masyarakat dalam bentuk berita yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.

Muklisin: Dasar Menulis Berita dan Teknik 5W+1H

Sesi pertama diisi oleh Muklisin, yang memaparkan materi dasar-dasar jurnalistik. Ia mengajarkan bagaimana sebuah berita harus menjawab unsur 5W+1H, menyusun paragraf pembuka yang langsung mengandung inti peristiwa, serta membuat judul yang memikat pembaca tanpa kehilangan akurasi.

Muklisin juga menjelaskan, bagaimana peserta dapat memanfaatkan konten viral di media sosial sebagai bahan berita, biar lebih dekat dengan pembaca, tentu dengan tetap menjaga etika jurnalistik.

Peserta pun berlatih membuat press release sederhana berdasarkan data dan peristiwa nyata yang sering mereka temui di lapangan.

Zidny: Tingginya Kasus HIV di DIY Harus Dipahami Publik

Setelah materi penulisan, giliran Muhammad Zidny Kafa menyampaikan pentingnya memahami isu HIV/AIDS sebelum menuliskannya. Ia menegaskan bahwa tujuan besar pelatihan ini adalah agar OMS mampu menyampaikan informasi yang benar, sehingga masyarakat tidak lagi terjebak pada stigma dan mitos.

Zidny menyoroti data penting, DIY mencatat 8.627 kasus HIV/AIDS sejak 1993 hingga 2024, menunjukkan bahwa isu ini masih membutuhkan perhatian serius. Karena itu, setiap informasi yang disebarkan ke publik harus tepat, lengkap, dan tidak menyesatkan.

“Pengetahuan yang benar akan mencegah penularan. Mereka yang hidup dengan HIV bukan untuk dijauhi, tetapi didampingi agar tidak menularkan dan tetap bisa hidup sehat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman dasar tentang HIV—seperti cara penularan, pencegahan, dan layanan kesehatan adalah fondasi utama sebelum peserta belajar menulis berita tentang isu ini.

Tami (Yayasan Vesta Indonesia): Kolaborasi OMS dan Media

Dalam sesi berikutnya, Tami dari Yayasan Vesta Indonesia menegaskan perlunya hubungan yang lebih sistematis antara OMS dan media. Menurutnya, banyak kerja-kerja komunitas di lapangan yang tidak terdengar publik karena tidak terdokumentasikan secara baik.

“OMS sudah melakukan banyak hal, dari edukasi hingga pendampingan. Tapi tanpa publikasi, itu seolah tidak pernah terjadi. Media harus menjadi mitra, bukan sekadar penyalur informasi,” ujar Tami.

Ia juga menegaskan bahwa pemberitaan tentang HIV harus mengedepankan empati, akurasi, dan perspektif hak asasi manusia. Informasi yang salah—misalnya mitos bahwa HIV menular melalui gigitan nyamuk atau penggunaan alat makan bersama, masih perlu diluruskan secara konsisten.

Zidny sebagai Moderator

Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Muhammad Zidny Kafa, yang bertindak sebagai moderator. Dengan alur yang runtut dan dialog yang hangat, ia memastikan setiap peserta memahami hubungan antara pengetahuan HIV, teknik jurnalistik, dan pentingnya menyampaikan informasi yang bertanggung jawab.

Menutup Pelatihan: Menulis adalah Bagian dari Advokasi

Pelatihan jurnalisme ini ditutup dengan penegasan bahwa kemampuan menulis bukan sekadar keterampilan tambahan, tetapi bagian dari strategi advokasi dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Dengan pemahaman yang semakin kuat tentang data, isu, dan teknik penulisan, para peserta diharapkan dapat menyuarakan pengalaman lapangan dengan lebih rapi, atraktif, dan mudah dipahami publik.

“Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa suara komunitas tidak hanya terdengar di ruang kecil, tetapi juga menjangkau masyarakat luas—mendorong pemahaman, mengurangi stigma, dan memperkuat langkah bersama dalam pengendalian HIV di Yogyakarta,” pungkas Zadny.

(Satrio)

No More Posts Available.

No more pages to load.