NASIONALNEWS.id, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) portabel di Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (29/4/2026). Peresmian dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mewakili Gubernur DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Rano Karno menyampaikan bahwa pembangunan IPA portabel ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya di wilayah Jakarta Barat yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Rabu 29 April 2026, Instalasi Pengolahan Air atau IPA Portabel Semanan dengan ini saya nyatakan diresmikan,” ujar Rano.
Rano Karno juga menegaskan bahwa teknologi portabel bersifat sementara dan menjadi bagian dari solusi jangka pendek dalam mengatasi krisis air bersih.
“Kalau sistem besar seperti reservoir sudah jadi, instalasi ini bisa dipindahkan ke wilayah lain yang membutuhkan,” katanya.
Ia juga menegaskan, kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah konkret dalam mendukung target cakupan layanan air minum perpipaan hingga 100 persen pada 2029. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Masih kata Rano, Pemprov DKI juga mengungkap rencana kerja sama dengan investor internasional, yakni Bin Zayed Group, untuk pengembangan infrastruktur air di Jakarta. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat investasi dan teknologi di sektor penyediaan air bersih.
IPA portabel Semanan diketahui melayani sebanyak 295 pelanggan yang mencakup RT 03 dan RT 10 di RW 08. Dari jumlah tersebut, 202 merupakan pelanggan lama dan 93 pelanggan baru.
Sementara Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan, bahwa instalasi ini memiliki kapasitas produksi sekitar 2 hingga 4 liter per detik dan dirancang untuk melayani sekitar 400 rumah tangga. Kehadiran IPA ini difokuskan untuk mengatasi persoalan distribusi di wilayah hilir yang kerap mengalami tekanan air rendah hingga gangguan aliran.
“Wilayah Semanan ini termasuk titik kritis karena berada di ujung distribusi. Dengan adanya instalasi ini, suplai air di wilayah tersebut bisa diperkuat,” ujarnya.
Selain pembangunan IPA portabel, PAM Jaya juga tengah menyiapkan infrastruktur jangka panjang berupa reservoir besar berkapasitas hingga 24 juta liter yang dibangun bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
Tahap awal pembangunan reservoir sebesar 8 juta liter ditargetkan rampung pada Mei 2027, disertai rencana pembangunan instalasi pengolahan air berkapasitas 200 liter per detik.
Lebih lanjut, Dirut PAM Jaya menambahkan bahwa konsep instalasi portabel memungkinkan fasilitas ini dipindahkan ke lokasi lain yang membutuhkan setelah tidak lagi digunakan di Semanan.










