NASIONALNEWS.ID,JOGYAKARTA-Keluarga almarhum Azka Nurfadillah (28) wanita lajang asal Kota Jakarta yang hilang secara misterius di kawasan Pantai Siung Gunung Kidul semenjak dikabarkan hilang hari Senin tanggal 28 Juli 2025 masih belum percaya, almarhum hilang akibat keganasan alam pantai selatan Jogjakarta itu. Dan pihak keluarga juga belum bisa memastikan hasil autopsi yang dilakukan Rumah Sakit Bhayangkara Jogjakarta ditemukannya jasad tanpa kepala pada hari Senin 4 Agustus lalu oleh seorang pedagang Pantai Krakal Gunung Kidul Jogjajarta.
“Saya masih punya keyakinan adik kandung kami itu tidak tenggelam di laut . Dan hasil autopsi pihak rumah sakit pada jenazah dipantai Krakal itu hasilnya otopsi ada beberapa kecocokan namu ada juga yang tidak cocok, dengan ciri fisik Azka Nurfadilah,” kata Uni Wilda merupak kakak kandung Azka Nurfadillah saat dihubungi wartawan NasionalNews.id Jogjakarta. Sabtu (9/8/2025) siang.
Menurut Uni, Wilda datang secara khusus dari Jakarta bersama suaminya itu yang mempunyai alibi atau alasan tentang jenazah yang ditemukan di Pantai Krakal itu karena umur dan waktu pembusukan jenazah tidak cocok.
“Kami menghadapi kasus ini dengan realistis dan menjauhkan hal-hal yang berbau mistis selain itu secara intens berkomunikasi dengan aparat keamanan dan dengan berbagai media,” kata Uni Wilda
Sebelum bertolak menemui Polsek Tepus Gunung Kidul dengan tujuan penyelidikan lanjutan dalam upaya mengungkap misteri hilangnya Azka Nurfadillah mengatakan, kami juga sudah melakukan tes DNA supaya hasilnya terang.
Pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) DIY merasa ikut prihatin atas kasus hilangnya salah satu anggota keluarga besar IKM Jakarta tersebut.
“Kami atas nama penggutus ikatan keluarga minang merasa ikut prihatin dan terus mengikuti perkembangan atas musibah itu,” kata Selfiandi dan Armen Dedi SH Sabtu malam (9/8/2025).
>> Ridar.






