NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Belum genap sepekan dipercaya memimpin Ikatan Muda-Mudi Babadan Baru (IKAMABA), Muhammad Gandhi tak ingin membuang waktu. Ketua muda yang terpilih melalui pemilihan terbuka itu langsung mengumpulkan puluhan pemuda dan pemudi Babadan Baru dalam rapat perdana kepengurusan periode 2026–2029, Minggu (12/7/2026).
Bagi Gandhi, kemenangan dalam pemilihan bukanlah garis akhir. Justru sejak namanya ditetapkan sebagai ketua, pekerjaan besar dimulai. Membangun organisasi yang aktif, menyatukan semangat para pemuda, sekaligus menjadikan IKAMABA sebagai mitra kampung menjadi target yang ingin segera diwujudkan.
Rapat perdana di Sekretariat IKAMABA menjadi langkah awal untuk menerjemahkan visi tersebut. Bersama para anggota, Gandhi menyusun struktur organisasi yang dinilai mampu mengakomodasi potensi setiap anggota.
“Kepengurusan ini bukan sekadar pembagian jabatan, tetapi pembagian tanggung jawab. Semua divisi memiliki peran yang sama penting untuk membangun organisasi yang aktif, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Gandhi.
Dalam rapat itu disepakati susunan pengurus inti yang terdiri atas Ketua Muhammad Gandhi, Wakil Ketua Ichlasul Fachry Muhammad dan Muhammad Labib Mubarak, Sekretaris Gadistya Sekar P. dan Seka, Bendahara Tiara Cantika dan Chelsea, dengan Suhartini selaku penasihat.
Tak hanya itu, kepengurusan baru juga membentuk sepuluh divisi, mulai dari Keagamaan, Keputrian, Sosial dan Lingkungan, Pengembangan SDM dan Kaderisasi, hingga Dokumentasi, Publikasi dan IT. Setiap divisi memiliki koordinator dan anggota yang akan menjadi motor pelaksana berbagai program organisasi.
Langkah cepat Gandhi tak berhenti pada pembentukan struktur. Ia bersama pengurus langsung menyusun agenda kerja pertama, yakni menjalin silaturahmi dengan Pengurus Kampung Babadan Baru pada 14 Juli 2026 sekaligus mengikuti rapat koordinasi persiapan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Momentum peringatan kemerdekaan dipilih sebagai ajang kolaborasi perdana IKAMABA dengan masyarakat. Berbagai ide mulai bermunculan, mulai dari jalan sehat, karnaval, malam tirakatan, pentas seni, hingga aneka perlombaan yang melibatkan seluruh lapisan warga.
Di sisi internal, Gandhi juga mendorong pembaruan pola komunikasi organisasi. Grup WhatsApp lama akan diganti dengan grup baru agar koordinasi lebih aktif, cepat, dan terarah. Pengurus turut mulai memetakan kebutuhan teknis seperti penggalangan dana, pengelolaan parkir, perlengkapan, dekorasi, konsumsi, hingga kerja bakti.
Bagi Gandhi, organisasi kepemudaan hanya akan hidup jika seluruh anggotanya merasa memiliki ruang untuk berkontribusi. Karena itu, setiap divisi diberi kebebasan menyampaikan gagasan dan inovasi tanpa sekat.
Semangat tersebut sejalan dengan slogan yang diusung kepengurusan baru, “Dari Pemuda, Oleh Pemuda, Untuk Kampung Kita Bersama.” Melalui slogan itu, Gandhi berharap IKAMABA tidak hanya menjadi tempat berkumpul para pemuda, tetapi juga menjadi ruang belajar, berkarya, dan mengabdi bagi kemajuan Babadan Baru. (Jat)






