Panewu Ngaglik Apresiasi Merti Dusun Gondanglutung

oleh -
gunungan

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Panewu Ngaglik, Edi Wibowo, S.STP., M.Eng., mengapresiasi pelaksanaan merti dusun yang digelar masyarakat Padukuhan Gondanglutung, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Edi menyampaikan apresiasi tersebut saat memberikan sambutan dalam acara kirab budaya masyarakat Gondanglutung. Menurutnya, pelaksanaan merti dusun yang digelar secara rutin setiap tahun menjadi wujud kebersamaan sekaligus semangat gotong royong masyarakat.

“Pemerintah Kapanewon Ngaglik merasa berbahagia dan mengapresiasi rencana, dan insyaallah realisasi diadakannya merti dusun setiap tahun. Tahun ini menjadi yang pertama sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-81,” ujar Edi.

Ia menilai keterlibatan seluruh masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi motor pelaksanaan kegiatan, menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa. Menurutnya, kekompakan tersebut harus terus dipertahankan.

putripapua

Edi juga mengingatkan masyarakat agar keberagaman konsep kirab yang ditampilkan setiap blok atau RT tidak menjadi sumber perpecahan. Berbagai kelompok menampilkan identitas budaya dari sejumlah daerah, mulai dari Bali, Papua, Sulawesi, Sumatera hingga Kalimantan.

“Silakan ini menjadi warna untuk saat ini. Ibarat pelangi ada berbagai warna, tetapi keanekaragaman itulah yang membuat indah,” katanya.

Ia meminta apabila kirab budaya tersebut nantinya dinilai atau dilombakan, hasilnya tidak menjadi persoalan yang berlarut-larut. Semangat kompetisi, kata dia, harus tetap ditempatkan sebagai bagian dari upaya memeriahkan kegiatan dan mempererat persaudaraan.

“Jangan sampai nanti berbuntut dan berkepanjangan. Tetap jaga kekompakan, greget, guyup rukun Padukuhan Gondanglutung. Apapun hasilnya, kita maknai hanya sebagai harmonisasi untuk memeriahkan,” tegasnya.

camat
Panewu Ngaglik, , Edi Wibowo, S.STP., M.Eng., (tengah). (Foto: Jatmo)

Edi menilai kegiatan kirab budaya juga memberikan manfaat besar bagi anak-anak dan generasi muda. Mereka tidak hanya mengenal keberagaman budaya melalui sekolah, televisi maupun YouTube, tetapi dapat melihat dan merasakan langsung keberagaman tersebut di lingkungan tempat tinggalnya.

“Sekarang bapak, ibu, kangmas atau tetangga memberikan contoh langsung. Oh, pakaian Papua seperti ini, Bali seperti ini, dan lain sebagainya. Saya yakin itu ilmu bagi anak-anak kita,” jelasnya.

Menurut Edi, kegiatan serupa perlu terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai dimensi budaya lainnya. Dengan begitu, anak-anak mendapatkan gambaran nyata mengenai keberagaman Indonesia sekaligus belajar dari lingkungan sosialnya.

“Anak-anak kita masih membutuhkan contoh teladan dan gambaran langsung dari kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Selain memperkuat kebersamaan, Edi melihat kegiatan merti dusun dan kirab budaya turut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Ia menyebut aktivitas selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan telah mendorong transaksi ekonomi di Padukuhan Gondanglutung. Salah satu contohnya adalah kebutuhan penyewaan pakaian dan seragam yang digunakan peserta kirab.

“Kalau yang terlihat di depan sini ada batasan, tetapi di luar itu, baik yang bisa dinilai maupun tidak, perputarannya luar biasa,” katanya.

Edi mengingatkan masyarakat agar kebutuhan untuk tampil baik dalam kegiatan budaya tetap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing.

“Boleh berpenampilan baik, tetapi jangan sampai berdampak atau berbuntut yang kurang baik,” pesannya.

Menutup sambutannya, Edi mengajak seluruh masyarakat Gondanglutung terus menjaga persatuan, kekompakan dan kebersamaan.

“Semangat, sukses buat seluruh masyarakat Gondanglutung. Jaga persatuan, kekompakan dan kebersamaan. Insyaallah berawal dari ini ke depan nanti semakin menambah keguyuban,” pungkasnya (Jat)

No More Posts Available.

No more pages to load.