Persoalan Kantor Sekretariat RW 10, Lurah Kapuk Segera Rapatkan

oleh -
img 20250730 wa0020

NASIONALNEWS.id, JAKARTA – Persoalan kantor Sekretariat RW 10, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Kota Administrasi Jakarta Barat. Lurah Kapuk Achmad Subhan akan segera menggelar rapat. Hal tersebut disampaikan ke nasionalnews.id saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (31/7/2025).

“Besok kita rapatkan,” jawab lurah.

Lurah juga menyampaikan terkait persoalan kantor Sekretariat RW 10 yang terbaik buat masyarakat.

“Apapun nanti, yang terbaik aja untuk wilayah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Komandan Peleton (Danton) RW 10, Istadi berharap kepada Lurah Kapuk Achmad Subhan, Pertamanan dan instansi terkait Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat, agar membongkar kantor Sekretariat RW 10 di Jalan Tanggal Timur RT 03 RW 10, Kelurahan Kapuk, Cengkareng.

Menurut Istadi, kantor sekretariat RW tersebut agar dibongkar, dikarenakan saat ini dari sejak Ketua RW 10 dijabat Edi Susanto selama 2,5 tahun terakhir ini belum pernah menempati untuk pelayanan warga.

“Ini karena kantor Sekretariat RW 10 dikuasai adik mantan RW Ardali, sekarang dijadikan rumah pribadi bahkan ada WC umumnya,” kata Istadi, Selasa (29/7/2025).

Istadi menyebut, selain dijadikan rumah pribadi, kantor Sekretariat RW tersebut, sebagian juga disewakan untuk tempat tinggal.

“Intinya saya selaku Danton RW 10 yang baru, berharap bangunan sekretariat diatas lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu dibongkar agar dikembalikan fungsi taman,” ujarnya.

Sementara, menyikapi permintaan Komandan Peleton (Danton) ke Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat untuk melakukan pembongkaran kantor Sekretariat RW 10. Menurut mantan wakil RW 10 Sobri itu pemikiran yang sempit. Kata dia lebih setuju dipergunakan untuk pos pantau tiga pilar.

“Saya tidak setuju kalau pos RW tersebut dibongkar, tapi kalau dipergunakan untuk pos pantau tiga pilar saya lebih setuju. Catatan, bukan dipergunakan pos RW 10 kembali,” kata Sobri ke nasionalnews.id, Kamis (31/7/2025).

Menurutnya, dengan berdirinya pos RW tersebut, setidaknya bisa untuk memantau persoalan atau gangguan di wilayah.

“Dulu sebelum ada pos RW, sering terjadi remaja tawuran, gangguan Kamtibmas dan lain-lain. Setelah berdiri pos RW wilayah jadi aman,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan terkait beredarnya pemberitaan Online yang seolah pos RW tersebut dikomersilkan.

“Jujur, disitu adik pak Ardaly yang menepati, untuk melakukan kegiatan bersih-bersih merawat, dan terkait WC umum, untuk bantu bantu warga saja, karena kalau dibiarkan bisa rusak atau terbengkalai,” ungkapnya.

Ia berharap, tempat tersebut tetap berfungsi buat kepentingan bersama (tiga pilar)

“Saya berharap pihak kelurahan bisa memahami dengan kondisi wilayah yang rawan tawuran dan gangguan Kamtibmas. Dan tetap memfungsikan tempat tersebut sebagai pos pantau tiga pilar,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.