NASIONALNEWS.id YOGYAKARTA – Proses penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha 1447 Hijriah tanggal 27 Mei 2026 di Jogjakarta diwarnai dengan kejadian dan selalu memiliki cerita tersendiri.
Seperti yang terjadi disebuah Masjid yang berlokasi di Dusun Kradenan Maguwoharjo Kapanewon Depok Sleman Yogyakarta tak jauh komplek pemakaman AURI Siddhamuktlaya. Dua ekor sapi pada saat hendak disembelih mengamuk dan melukai beberapa panitia qurban di Pemakaman TNI AU Siddamuktyana Kradenan Maguwoharjo Sleman Yogyakarta.
Junaidi M, warga Gang Wader Sambilegi menuturkan, terdapat dua orang menderita luka luka dan harus mendapat perawatan.
“Pada saat penyembelihan saya sempat menyaksikan langsung bagaimana kedua sapi itu mengamuk,” kata Zunaidi (50) pedagang toko tas itu Kamis (28/5/2026) sambil memperlihat video bagaimana kejadian itu berlangsung.
Selain melukai panitia qurban sapi itu merobohkan tenda yang dipasang pihak panitia.
“Sampai sejauh ini kami belum mengetahui pasti apa korban yang luka-luka mendapat perawatan dirumah sakit atau bagaimana kami kurang jelas,” tuturnya sambil memperlihatkan video bagaimana saat saat sapi kurban mengamuk.
Proses penyembelihan hewan kurban yang berlangsung di Masjid Baitunna’im Janturan, Warungboto, Kota Jogja juga diwarnai dengan amukan sapi kurban.
“Sapi yang mengamuk itu adalah sapi kedua dari enam sapi yang dikurbankan di Masjid Baitunna’im” tutur seorang panitia.
“Seorang teman kami sempat terseret karena tali kekang melilit tangannya” tuturnya.
Seekor sapi kurban yang hendak disembelih di Dusun Ngawen Kapanewon Gamping Sleman Yogyakarta ketika hendak disembelih melarikan diri kearah jalan Ring Road yang sempat mengganggu arus lalulintas yang pada saat ini cukup padat.
“Sapi itu berhasil diamankan dan diserahkan kembali untuk selanjutnya disembelih. Tahu sendiri pada saat itu jalan lingkar utara sedang padat” tutur seorang warga.
Sementara beberapa lokasi penyembelihan hewan kurban di Jogjakarta proses penyembelihan berlangsung lancar tanpa insiden sapi kurban ngamuk.
Seperti yang berlangsung di Masjid Miftahul Hasanah Dusun Jetis Jangkang Désa Widodomartani Kapanewon Depok Sleman Yogyakarta
“Alhamdulillah tidak ada tuh sapi yang mengamuk, proses penyembelihsn dua ekor sapi aman aman saja. Tahun ini lebih banyak kambing kurban tidak seperti tahun sebelumnya,” kata Ustadz Sri Widodo takmir Masjid setempat.
Haji Heri Sutanto salah seorang anggota Jaringan Jagal Indonesia (JJI) Yogyakarta mencoba mengomentari seputaran mengamuknya sapi kurban pada saat hendak disembelih.
“Biasanya dari pengalaman kami selama ini jenis sapi yang sangat peka itu jenis sapi limousin. Sapi jenis sebelum disembelih jauhkan dari kerumunan. Mungkin pada saat itu banyak bocah cilik ya kaget melihat orang banyak karena selama ini dikandang, ” ujarnya mencoba berseloroh.
“Baca Basmalah dan Takbir Lakukan penyembelihan dengan cepat hingga memotong kerongkongan, tenggorokan, dan dua urat nadi di leher” tutur takmir Masjid Sultan Agung Babadan Baru Yogyakarta itu.
Ditambahkannya, menyembelih hewan kurban harus dilakukan dengan cepat, menggunakan pisau sangat tajam, dan memotong tiga saluran utama di leher (saluran napas, saluran makan, dan dua pembuluh darah).
Adab dan persiapan hewan harus diperlakukan lembut dengan cara membawa hewan ke tempat penyembelihan dengan baik, jangan ditarik secara kasar atau disiksa.
Posisi hewan: Baringkan hewan di atas lambung kirinya agar kepalanya mudah menghadap kiblat. Kaki diikat dengan benar untuk keselamatan.
Jangan menakuti hewan: Jangan mengasah pisau di depan hewan yang akan disembelih atau memperlihatkan proses penyembelihan kepada hewan lain. (Ridar)






