NASIONALNEWS.ID, CIANJUR – Volunteer Gede Pangrango Operation (GPO) menggelar kegiatan “Ekspedisi 0 Mdpl – 3.019 Mdpl Kabupaten Cianjur” dengan mengambil titik awal di Pantai Lugina (Cianjur Selatan) hingga Puncak Gunung Pangrango (Cianjur Utara). Kegiatan tersebut terdiri atas enam atlet dari Volunteer GPO yang akan menempuh jarak 281 kilometer untuk berlari.
M. Dudan Darmawan (Ketua Volunteer Gede Pangrango Operation) mengatakan, Ekspedisi dilaksanakan pada tanggal 02 September – 09 September 2026, mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Sukarelawan Montana, RIMBA, Volunteer Reindwardt, serta Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kolaborasi menjadi bagian dari upaya menggabungkan kegiatan olahraga, kepedulian lingkungan, promosi potensi wisata, serta edukasi mitigasi bencana di Kabupaten Cianjur.
Rangkaian kegiatan dimulai di Pantai Lugina yang menjadi titik awal pada ketinggian 0 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di lokasi tersebut, peserta melaksanakan sejumlah kegiatan lingkungan berupa “Penanaman pohon dan operasi bersih pantai”.
Setelah kegiatan lingkungan, enam atlet melanjutkan ekspedisi dengan berlari menuju kawasan Gunung Pangrango. Rute yang ditempuh membentang hingga Puncak Gunung Pangrango dengan ketinggian 3.019 mdpl dan total jarak perjalanan mencapai 281 kilometer.
Aktivitas berlari dalam ekspedisi tersebut tidak hanya ditujukan sebagai tantangan olahraga. Perjalanan dari titik 0 mdpl hingga 3.019 mdpl juga dimanfaatkan sebagai media kampanye untuk memperkenalkan “Potensi wisata Kabupaten Cianjur”, sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana.
Kampanye lingkungan menjadi salah satu pesan utama yang dibawa sepanjang perjalanan. Peserta mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan, kelestarian alam, serta kawasan hutan yang menjadi bagian penting dari ekosistem Cianjur dan kawasan Gunung Gede Pangrango.
Selain itu, kegiatan ini juga membawa pesan kewaspadaan terhadap “ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)”, memasuki musim kemarau..
Para peserta mengampanyekan pentingnya menjaga hutan dari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta mengajak masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran di kawasan hutan.
Melalui kegiatan tersebut, kolaborasi Volunteer Gede Pangrango Operation bersama Sukarelawan Montana, RIMBA, Volunteer Reindwardt, dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango berupaya menjadikan ekspedisi sebagai ruang edukasi publik. Olahraga, lingkungan, wisata, dan mitigasi bencana dipadukan dalam satu rangkaian perjalanan dari pesisir hingga kawasan pegunungan.
Ekspedisi, diharapkan tidak hanya menghasilkan pencapaian olahraga, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, mengenali potensi wisata daerah, serta bersama-sama menjaga hutan dari ancaman kebakaran, terutama selama musim kemarau.
HelmiPermana






