LSM Gagak Minta Arief Izinkan Tangsel Buang Sampah di TPA Rawa Kucing

oleh -
Lsm Gagak

NASIONOALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Lembaga Swadaya Masyarakat Gagasan Aspirasi Generasi Anti Korupsi (LSM GAGAK) menanggapi surat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany kepada Walikota Tangerang, yang memohon agar Pemkot Tangsel diperbolehkan untuk sementara membuang sampah Tangsel ke tempat pembuangan akhir (TPA) Rawa Kucing Kota Tangerang.

Ketua Bidang Ekonomi Kerakyatan dan Lingkungan Hidup LSM GAGAK DPC Tangerang Raya, Andri Juliansyah meminta Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah agar memberikan izin Pemkot Tangsel untuk sementara membuang sampah di TPA Rawa Kucing. Menurutnya, pasca longsornya TPA Cipeucang akibat jebolnya turap atau patahnya Sheet Pile, butuh penanganan serius untuk perbaikan agar cepat selesai.

“Menurut saya izinkan saja untuk sementara buang sampah di TPA Rawa Kucing, agar penanganan TPA Cipeucang bisa cepat, tetapi harus membayar retribusi yang ditetapkan,” jelas Andri di Kantornya, Senin (1/6/2020).

Baca Juga : Pemkot Tangsel Mohon Izin Buang Sampah di TPA Rawa Kucing

Andri menilai, bahwa ini untuk membantu proses penanganan perbaikan longsor TPA Cipeucang, dikhawatirkan terjadi hujan lebat di Bogor dan debit air Sungai Cisadane meningkat akan membawa material sampah ke Kota Tangerang.

“Ini untuk kepentingan bersama, saya khawatir ada air besar dari bogor bisa membawa material sampah di aliran Sungai Cisadane bisa menimbulkan persoalan baru,” jelas Andri.

Menurutnya, apabila Pemkot Tangerang bersikeras tidak mengizinkan Pemkot Tangsel buang sampah ke TPA Rawa Kucing, dampaknya ke Kota Tangerang juga bila terjadi keterlambatan penanganan perbaikan longsor TPA Cipeucang yang sedang ditangani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel.

“Apalagi sudah ada kekhawatiran humas PDAM Tirta benteng, bila material sampah terbawa ke Kota Tangerang akan mempengaruhi kualitas air Sungai Cisadane dan dan bila air tercemar akan membengkaknya penggunaan zat kimia,” tutupnya.

Sebelumnya Sekretaris DLH Kota Tangsel, Yepi Suherman menjelaskan, proyek sheet pile di TPA Cipeucang menghabiskan anggaran sekira Rp24 miliar, dengan rincian pengerjaannya, panjang 400 meter dan lebar 100 meter.

“Pembangunan turap itu baru saja rampung pada Desember 2019. Sesuai ketentuan, 6 bulan sejak selesai dikerjakan maka proyek tersebut masih dalam tanggung jawab kontraktordan pelaksana, yakni PT Ramai Jaya Purna Sejati,” ungkap Tepi kepada Nasional News di kantornya.

Menurutnya, pembangunan turap TPA Cipeucang sudah sesuai sesuai RAB, dengan material konstruksi yang berbentuk lembaran. Pembangunan turap dengan ditanamkan sheet pile ke dalam tanah secara vertikal untuk menahan tanah agar tidak terjadi longsor. Yepi menuturkan, kejadian longsor yang memicu patahan turap pada Jumat 22 Mei 2020, dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi 3 hari berturut-turut membuat volume tumpukan sampah kian padat dan semakin berat, volume sampah bercampur air itu menekan dinding Sheet Pile hingga menyebabkan patahan.

“Longsoran di TPA Cipeucang disebabkan adanya patahan shett pile sepanjang 60 meter, akibat hujan lebat,” tandasnya. (yuyu)