Pemkot Tangsel Mohon Izin Buang Sampah di TPA Rawa Kucing

oleh -
Dlh Tangsel
Yepi Suherman Sekretaris Dinas (Sekdis) Lingkungan Hidup Kota Tangsel,

NASIONALNEWS.ID, TANGERANG SELATAN – Pasca jebolnya turap mengakibatkan longsornya sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang menutupi dua pertiga aliran Sungai Cisadane, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyampaikan permohonan izin untuk sementara membuang sampah ke TPA Rawa Kucing Kota Tangerang, dalam masa penanganan dan perbaikan TPA Cipeucang.

Sekretaris Dinas Lingkunngan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Yepi Suhendar mengaku belum berkoordinasi dengan DLH Kota Tangerang pasca longsor TPA Cipeucang, tetapi sudah dilakukan komunikasi antara Walikota Tangsel dengan Walikota Tangerang.

“Kita belum komunikasi ke DLH Kota Tangerang, tetapi bu Walikota sudah berkirim surat ke Walikota Tangerang agar diizinkan untuk sementara membuang sampah di TPA Rawa Kucing selama masa perbaikan tanggul TPA Cipeucang,” jelas Yepi kepada Nasional News di kantornya, Kamis (28/5/2020).

Yepi mengaku sudah mendapat bantuan pinjaman dua ekskavator dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membantu mengangkut sampah yang tumpah ke Sungai Cisadane. DLH Tangsel telah menyewa menambah dua alat berat lainnya dengan sebagai upaya percepatan penanganan dan perbaikan TPA Cipeucang.

“Sampah yang longsor di Sungai Cisadane kita sudah tangani dengan dua alat berat pinjaman dari BBWS dan kita menambahkan dua alat berat lainnya dengan menyewa, untuk membantu percepatan penanganan TPA Cipeucang yang longsor, dengan target selesai dalam seminggu,” ungkap Yepi.

Yepi menambahkan, bahwa berdasarkan hasil laboraturium (Lab) kualitas air masih bisa digunakan hanya tercemar ringan. Kecuali terjadi hujan lebat sampah bisa terbawa arus air aliran sungai Cisadane.

“Dari hasil lab kemarin, air tercemar ringan dan masih bisa digunakan, apabila terjadi hujan lebat dikhawatirkan air semakin tercemar,” tutupnya.

Sementara Kepala DLH Kota Tangerang, Dedi Suhada mengaku belum melakukan koordinasi dengan DLH Kota Tangsel. Pihaknya sudah melakukan uji lab dan hasilnya kualitas air masih dapat digunakan.

“Kita sudah cek di lab labkesda dan sampai saat ini kualitas air masih baik, hanya terjadi pencemaran ringan dan kualitas air masih bisa digunakan untuk PDAM,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Humas PDAM Tirta Benteng, Ichsan Sodikin yang membenarkan pernyataan Kadis LH Kota Tangerang, bahwa kualitas air tercemar ringan masih dapat konsumsi.

“Kalau kualitas air sampai saat ini masih layak konsumsi,” jelas Ichsan saat dihubungi Nasional News melalui telepon selularnya.

Ichsan mengkhawatirkan jika terjadi hujan lebat di Bogor dan terjadi air kiriman yang besar dapat berpotensi membawa material sampah ke arah Kota Tangerang dan akan mempengaruhi kualitas air Sungai Cisadane.

“Saya khawatir jika ada hujan besar dari Bogor bisa berdampak membawa material sampah, sehingga akan akan menimbulkan bakteri dan itu bisa berdampak pada pembengkakan anggaran untuk zat kimia pembunuh bakteri,” tandasnya. (yuyu)