Sleman Creative Week Jadi Atraksi Baru, Gerakkan UMKM

oleh -
irawati

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman mendorong Sleman Creative Week (SCW) 2026 tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya. Festival tahunan ini diarahkan menjadi ruang kolaborasi sekaligus atraksi wisata baru yang bisa menggerakkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sleman, Irawati Palupi Dewi, mengatakan SCW menjadi salah satu bentuk dukungan Pemkab Sleman terhadap perkembangan ekonomi kreatif.

Hal itu disampaikan Irawati dalam pemaparan SCW 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (22/9).

Menurutnya, kekuatan utama SCW justru berasal dari para pelaku ekonomi kreatif yang selama ini terus tumbuh di Sleman. Pemerintah, kata dia, berperan menyediakan ruang agar mereka bisa bertemu, berkarya, berkolaborasi, dan membangun jejaring.

“Ekonomi kreatif tidak cukup hanya punya pelaku. Mereka juga membutuhkan ruang untuk berkarya, bertemu, berkolaborasi, menunjukkan karya, dan membangun jejaring,” ujar Irawati.

Memasuki tahun keenam, SCW 2026 mengangkat tema “Living Culture”. Tema tersebut dimaknai sebagai upaya menghadirkan ruang bersama bagi masyarakat, komunitas, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif untuk saling bertemu, berbagi gagasan, belajar, serta menciptakan pengalaman bersama.

SCW juga mengambil momentum 27 September yang bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia.

Irawati menyebut rangkaian kegiatan tahun ini menghadirkan sejumlah program yang mempertemukan berbagai disiplin kreatif. Di antaranya seni pertunjukan, film, komunitas, boneka, hingga kegiatan yang mengangkat hubungan manusia dengan lingkungan.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Sleman Kite, yang menghadirkan aktivitas berbasis masyarakat. Ada pula Pesta Boneka yang menawarkan ruang bagi cerita dan imajinasi, serta program Screen melalui Sinergy yang menghadirkan pemutaran film karya pelaku kreatif.

“Pemerintah tidak berjalan sendiri. Kami ingin menjadi bagian dari komunitas, mempertemukan, memfasilitasi, dan memperkuat para pelaku yang sudah tumbuh di Kabupaten Sleman,” katanya.

Jaringan yang terbentuk dalam SCW bahkan sudah melampaui batas daerah dan negara. Tahun ini tercatat 33 grup dari 23 negara ikut terlibat. Sejumlah negara yang disebut antara lain Australia, Finlandia, Prancis, Jerman, Iran, Italia, dan India.

Bagi Irawati, keterlibatan lintas negara tersebut menunjukkan bahwa seni dan budaya memiliki kemampuan mempertemukan manusia, meski karya dan latar belakang budayanya berbeda.

“Bentuk kesenian yang dihadirkan berbeda, tetapi semuanya memiliki satu titik temu, yaitu kemampuan seni dan budaya untuk mempertemukan manusia dengan manusia,” ujarnya.

Pemkab Sleman juga melihat SCW dari sisi pengembangan pariwisata. Irawati mengatakan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi yang sudah ada. Atraksi dan pengalaman wisata juga perlu terus diperbanyak.

Karena itu, festival seni, pertunjukan, film, komunitas, dan berbagai kegiatan kreatif diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Dampaknya pun diharapkan tidak berhenti pada meningkatnya jumlah kunjungan.

Ketika wisatawan datang untuk menikmati sebuah event, mereka juga berpotensi membeli makanan dan minuman dari UMKM, mencari cendera mata, menggunakan jasa transportasi, hingga menginap di Sleman.

“Semakin banyak aktivitas kreatif dan berkualitas, semakin banyak pula titik temu antara kreativitas, pariwisata, dan ekonomi masyarakat,” kata Irawati.

Selain menggerakkan ekonomi, SCW juga mulai memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Penyelenggara terus mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan tanggung jawab terhadap pengelolaan sampah selama kegiatan.

Menurut Irawati, upaya tersebut memang membutuhkan perubahan kebiasaan, termasuk dalam penyediaan perlengkapan makan dan pengelolaan sampah. Namun, langkah itu menjadi bagian penting dari penyelenggaraan event yang berkelanjutan.

Pemkab Sleman berharap ekosistem kreatif yang sudah terbentuk melalui SCW dapat terus berkembang. Dukungan terhadap keberlanjutan event pun dipandang penting agar manfaatnya semakin luas, baik bagi komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, maupun sektor pariwisata.

Dengan begitu, SCW tidak hanya menjadi panggung untuk menampilkan karya, tetapi juga menjadi titik temu antara kreativitas, budaya, pariwisata, dan perputaran ekonomi masyarakat Sleman. (Jat)

No More Posts Available.

No more pages to load.