NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohusodo, Sleman, tak hanya menjadi momentum keagamaan. Pemkab Sleman juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) kembali menjadikan sifat Nabi sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat menghadiri Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran kepala OPD Pemkab Sleman dan masyarakat.
Danang mengatakan, ada empat sifat utama Nabi Muhammad SAW yang penting untuk dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fatanah.
Menurutnya, nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab menjadi bagian penting yang harus dimiliki ASN. Nilai tersebut dinilai akan memperkuat kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Mari kita mulai keteladanan tersebut dari lingkungan yang paling dekat dengan kita, mulai dari menanamkan kejujuran dan kasih sayang di keluarga, menumbuhkan kepedulian dan gotong royong di masyarakat, hingga menjaga persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Danang.
Ia menegaskan, keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diperingati setiap Maulid. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Sementara itu, pengajian menghadirkan penceramah Prof. Drh. Agung Budiyanto, MP., PhD. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk terus meneladani sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Danang juga menekankan pembangunan Sleman tidak hanya membutuhkan kemajuan secara fisik. Pembangunan juga harus berjalan beriringan dengan penguatan moral dan spiritual masyarakat.
Karena itu, Pemkab Sleman membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan ulama. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pembangunan daerah bisa berjalan lebih kuat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” tegasnya. (Jat)






