NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, merayakan hari jadi ke-80 dengan menggelar berbagai kegiatan yang memadukan layanan masyarakat, hiburan seni budaya, dan pelestarian tradisi.
Salah satu agenda yang menarik adalah Gladhen Ageng Jemparingan untuk memperebutkan Trophy Wakil Bupati Sleman pada 8 November 2026 di Taman Budaya Loh Jinawi.
Lomba panahan tradisional khas Mataram ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus melestarikan budaya Yogyakarta di tengah masyarakat.
Jemparingan memiliki teknik khas. Peserta membidik sasaran sambil duduk bersila, dengan posisi busur di depan perut. Olahraga tradisional ini mengandalkan konsentrasi, ketenangan, dan intuisi.
Lurah Sinduharjo, Sudarja, mengatakan lomba jemparingan sengaja digelar untuk memeriahkan peringatan hari jadi kalurahan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut melestarikan warisan budaya.
“Dalam memperingati hari ulang tahun Kalurahan Sinduharjo tahun ini, lomba jemparingan kita selenggarakan,” ujar Sudarja kepada NasionalNews.id, Kamis (22/10/2026).
Selain jemparingan, rangkaian perayaan juga diisi kegiatan senam dan jalan sehat pada 25 Oktober 2026 di Taman Budaya Loh Jinawi. Warga juga bisa memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk cek gula darah, layanan Samsat on call, serta servis kendaraan bermotor.
Sementara itu, pertunjukan seni tradisional jathilan dari Kudho Wasesa Jati dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026 di lokasi yang sama.
Di balik perayaan hari jadi, Sudarja menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh perangkat kalurahan atas dukungan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, kepuasan warga tercermin dari hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2026 yang melibatkan 691 responden.
Hasil survei tersebut mencatat nilai 89,46 dengan kategori A atau sangat baik.
“Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua warga masyarakat Sinduharjo yang merasa puas dengan pelayanan yang diberikan perangkat,” kata Sudarja.
Ia menegaskan, hasil tersebut merupakan buah kerja bersama seluruh perangkat kalurahan. Meski mendapat penilaian positif, pemerintah kalurahan tetap berkomitmen memperbaiki layanan dan menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Sudarja juga mengingatkan bahwa seluruh pelayanan di Kalurahan Sinduharjo tidak dipungut biaya.
“Semua pelayanan gratis sesuai standar pelayanan yang berlaku di Kalurahan Sinduharjo,” tegasnya.
Kalurahan Sinduharjo memiliki sejarah panjang. Wilayah ini terbentuk melalui penggabungan tiga kalurahan lama, yakni Gentan, Dayu, dan Prujakan.
Berdasarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta pada 1946, ketiga wilayah tersebut digabung menjadi Kalurahan Sinduharjo.
Kini, Sinduharjo terdiri atas 17 padukuhan, 42 rukun warga (RW), dan 106 rukun tetangga (RT).
Memasuki usia ke-80, perayaan hari jadi tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum memperkuat partisipasi warga, melestarikan kebudayaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. (Ridar)






