NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Krisis air bersih akibat musim kemarau mendorong Junior Chamber International (JCI) Borobudur menyalurkan bantuan 100.000 liter air bersih untuk warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bantuan setara 20 tangki air ini disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di SD Sejati, Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Rabu (21/10/2026).
Presiden JCI Borobudur, Arif Rahman, menyerahkan bantuan tersebut kepada Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.
Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Presiden JCI Borobudur, Arif Rahman, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas organisasi terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, JCI tidak hanya bergerak dalam pengembangan kepemimpinan generasi muda, tetapi juga menjalankan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Melalui bantuan ini, kami ingin ikut meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Arif menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pilar community development atau pengembangan masyarakat yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan keenam tentang akses air bersih dan sanitasi yang layak.
Ia berharap kerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman dapat memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.
JCI Borobudur juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan untuk mendukung kegiatan sosial, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi kepedulian JCI Borobudur yang turut membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.
Menurut Danang, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, pendidikan, produktivitas, hingga kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, bantuan air bersih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan warga.
Danang berharap aksi JCI Borobudur bisa mendorong organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan dunia usaha untuk ikut membantu masyarakat yang menghadapi persoalan serupa.
“Kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk memperkuat ketahanan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” menjadi pesan utama dari kegiatan tersebut.
Pengurus Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Sleman, Arif Pramana, mengatakan penanganan dampak kekeringan membutuhkan dukungan dan kerja sama banyak pihak.
PMI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi sosial, serta para donatur untuk membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Ia menegaskan, setiap bantuan yang dipercayakan kepada PMI merupakan amanah kemanusiaan yang harus dikelola secara bertanggung jawab dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan JCI Borobudur, Pemkab Sleman, dan PMI juga meninjau armada tangki air serta menyaksikan secara simbolis pengisian air ke wadah penampungan.
Penyaluran 100.000 liter air bersih ini menjadi wujud kolaborasi organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, dan lembaga kemanusiaan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.
Melalui kerja sama tersebut, JCI Borobudur dan PMI Kabupaten Sleman berharap kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan dapat terbantu sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. (Jat)






