Ribuan Warga Tumpah Ruah Diacara Kirab Bregade Hadeging Condong Catur

oleh -
oleh
img 20251226 wa0002

NASIONALNEWS.ID YOGYAKARTA – Ribuan warga masyarakat dari berbagai penjuru memenuhi halaman Kalurahan menyaksikan kirab Bregade Hadeging Condong Catur, ikut memeriahkan hari ulang tahun ke-79 ,Pemerintah Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, menggelar upacara bregada, Jumat (26/12/2025).

img 20251226 185722
Ket photo : Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serahkan potongan nasi tumpeng pada Lurah Condongcatur Dr (HC) Reno Chandrasangaji Sip

Empat nama bregada tersebut adalah Bregada Hadi Manggala (mewakili wilayah Kring Gorongan), Bregada Paksi Jayeng Katon (mewakili wilayah Kring Manukan),Bregada Sastra Dihardjan (mewakili wilayah Kring Gejayan) dan Bregada Panca Manggala (mewakili wilayah Kring Kentungan).

img 20251226 wa0001

Desa Condongcatur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berdiri pada 26 Desember 1946.

Desa ini merupakan gabungan dari empat kelurahan lama, yaitu Manukan, Gorongan, Gejayan, dan Kentungan. Atas perintah Sultan Hamengkubuwono IX, keempat kelurahan tersebut disatukan menjadi satu desa.

Pada tahun 1948, Sultan Hamengkubuwono IX mengeluarkan Maklumat Nomor 5 Tahun 1948 untuk mengesahkan status tersebut.Kromoredjo menjadi kepala desa pertama Condongcatur.

Secara etimologi, nama Condongcatur menggambarkan peristiwa sejarah tersebut. “Di Condong” dalam bahasa Jawa berarti setuju, sedangkan “Catur” berarti empat. Artinya, empat wilayah yang masing-masing dipimpin oleh seorang lurah bersedia untuk disatukan.

Wakil Bupati Sleman, Danang Miharsa yang hadir sebagai tamu kehormatan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman menyampaikan, selamat kepada warga masyarakat Kalurahan Condongcatur atas anugrah HUT ke 79 Kalurahan dibawah kepemimpinan Dr (HC) Reno Sip.

“Atas nama pemerintah daerah kami ucapkan selamat semoga semua lapisan masyarakat dan para pamong dapat mempertahan prestasi yang ditorehkan désa ini,” kata Danang Maharsa.

Dalam kesempatan tersebut Danang Maharsa meminta agar pemerintahan Kalurahan Condongcatur mendengar semua aspirasi masyarakat terkait dengan pemerataan pembangunan di segala bidang.

“Dengan semangat gotong royong yang merupakan tradisi bangsa kita saya minta pertahankan dan lestarikan seni budaya salah satu bentuk seperti kirab Bregade seperti yang berlangsung hari ini, ” tutupnya.

Dalam acara tersebut dibacakan sejarah singkat berdirinya Desa Condong dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Wakil Bupati Sleman yang diserahkan pada Dr (HC) Reno Chandrasangaji Sip.

Yang tidak kalah menarik dipenghujung acara 4 gunungan yang besar yang terbuat dari berbagai jenis sayuran dan buah buahan diperebutkan masyarakat.

Bukan itu saja dalam menjamu masyarakat yang hadir disiapkan sebanyak seribu porsi bakso secara gratis.   (Ridar)

No More Posts Available.

No more pages to load.