NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Kabupaten Sleman mencatat sejarah baru di bidang kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Sleman sebagai Kabupaten Percontohan Pertama di Indonesia dalam penerapan Promosi Aktivitas Fisik.
Pencanangan tersebut ditandai dengan Kick Off Promosi Aktivitas Fisik dalam kegiatan Bakti Sosial bertajuk “Aksi Sehat dan Bugar” di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sekaligus Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62. Sekitar 1.000 peserta dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, yang membacakan sambutan Bupati Sleman Harda Kiswaya, mengatakan peringatan HUT KORPRI bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini harus memperkuat komitmen ASN dalam memberikan pelayanan yang responsif, adaptif, dan penuh empati.
Menurutnya, ASN juga memiliki peran penting dalam mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
“ASN tidak hanya melayani di balik meja, tetapi juga harus menjadi agen perubahan yang aktif mempromosikan gaya hidup sehat, aktif, dan bugar,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.
Direktur Promosi Kesehatan dan Komunitas Kemenkes RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM, turut hadir dalam pencanangan tersebut bersama Sekda Sleman.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Sleman telah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD). Melalui program ini, pemerintah menargetkan proporsi penduduk yang memiliki aktivitas fisik cukup mencapai 81 persen pada 2029.
Selain pencanangan program nasional, kegiatan Aksi Sehat dan Bugar juga menghadirkan berbagai layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Layanan tersebut meliputi vaksinasi HPV, pemeriksaan kesehatan umum, serta rontgen paru sesuai indikasi oleh Dinas Kesehatan Sleman dan RSUD Prambanan.
Masyarakat juga bisa memanfaatkan pemeriksaan mata gratis dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Wilayah DIY, layanan kinesioterapi dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM, serta donor darah bersama PMI Sleman.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dwi Ananta Sudibyo, menjelaskan kegiatan ini juga diisi dengan senam Zumba untuk mencegah osteoporosis dan edukasi kesehatan tulang bersama Perwatusi DIY.
Suasana semakin meriah dengan penampilan D’Praja Band yang personelnya berasal dari kalangan ASN Pemkab Sleman.
Abu Bakar menegaskan, membangun kebiasaan hidup sehat membutuhkan komitmen jangka panjang. Perubahan gaya hidup tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus dibangun melalui kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten.
Ia mengingatkan filosofi Jawa, gliyak-gliyik tumindak, sareh pakoleh. Artinya, setiap usaha yang dilakukan dengan kesungguhan, keteladanan, dan konsistensi akan memberikan hasil optimal.
Melalui pencanangan ini, Pemkab Sleman berharap budaya hidup aktif dan sehat semakin tumbuh, tidak hanya di lingkungan ASN, tetapi juga di tengah masyarakat luas. (Jat)






