Pastikan Ketersediaan Aneka Cabai Nasional, Kementan: Hasil Penguatan Produksi di Indonesia

oleh -
img 20260219 wa0327

NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai nasional dalam kondisi aman dan surplus menghadai bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepastian ini merupakan hasil penguatan produksi nasional, pemantauan intensif di sentra-sentra utama, dan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule mengatakan pemerintah hadir memastikan ketersediaan pangan strategis bagi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa jajaran Kementan juga melakukan pemantauan langsung di lapangan.

“Pemerintah memastikan produksi dan pasokan cabai nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Melalui penguatan produksi, kelancaran distribusi, serta pengawalan harga, kami menjamin kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik,” katanya pada Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional, keteArsediaan cabai berada dalam posisi surplus.

Untuk komoditas cabai rawit, diproyeksikan surplus sekitar 54 ribu ton pada Februari 2026 dan naik menjadi 99 ribu ton pada Maret 2026.

Sementara itu, cabai besar juga mencatat surplus masing-masing 14 ribu ton pada Februari 2026 dan 11 ribu ton pada Maret 2026.

Kondisinya mencerminkan ketahanan pasokan nasional yang cukup kuat dalam menghadapi peningkatan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Produksi cabai nasional pada periode Februari 2026–Maret 2026 ditopang oleh luas panen puluhan ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah sentra produksi di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

Sentra utama meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muh. Agung Sunusi, melaporkan dari hasil kunjungan lapangan di sentra utama, khususnya Garut, Sumedang, Bandung, dan Lombok Timur, menunjukkan pertanaman cabai tumbuh sehat dan panen tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan anomali iklim dan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

“Stok cabai di sentra utama terpantau aman dan produksi terus berjalan. Pemerintah memastikan tidak ada gangguan signifikan terhadap pasokan hingga hari raya Idulfitri,” tuturnya.

Kementan telah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah sentra, Badan Pangan Nasional, asosiasi petani, dan champion cabai.

Koordinasi difokuskan pada penguatan produksi, kelancaran distribusi antarwilayah, serta sosialisasi Harga Acuan Produsen (HAP) sebagai instrumen stabilisasi harga.

Para champion cabai dan mitra yang bernaung di Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) telah berkomitmen melaksanakan gelar pasar cabai dengan harga jauh lebih murah dari tingkat eceran pasar di wilayah sentra masing-masing.

Langkah ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen sekaligus memastikan petani tetap memperoleh harga yang adil.

“Kami para champion cabai di berbagai sentra produksi berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas produksi. Namun di sisi lain, harga di tingkat petani juga harus memberikan margin yang layak agar usaha tani tetap berkelanjutan,” ujar Ketua ACCI, Ardi.

“Harga yang wajar bukan hanya melindungi petani, tetapi juga menjamin keberlanjutan pasokan nasional.”

Aksi champion dalam menghadirkan cabai harga petani telah terlaksana sepekan ini secara serentak, antara lain di Kabupaten Banjarnegara.

Selain itu Sleman, Magelang, Semarang, Cianjur, Bandung, Garut, Sumedang, Enrekang, dan Lombok Timur.

Dalam gelar pasar tersebut, cabai dijual dengan harga lebih terjangkau.

Untuk cabai rawit merah dijual dengan harga Rp50.000 per kilogram, di bawah HAP Rp57.000 per kilogram.

Harga cabai rawit merah di tingkat pasar ini dilaporkan sudah mengalami penurunan setelah sempat bergejolak hingga Rp90 ribu per kilogram di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ).

Gerakan aksi akan makin digencarkan dan dikuti oleh champion di sentra lainnya termasuk di Jakarta.

Dengan kondisi ketersediaan yang aman dan neraca pangan yang positif, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Pemerintah menjamin pasokan aneka cabai nasional aman, cukup, dan terjaga sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 1447 H.

No More Posts Available.

No more pages to load.