NASIONALNEWS.ID, PASAMAN BARAT – Warga Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU Jalan Kampung Juar. Selain harus mengantre sejak pagi, mereka juga menduga petugas lebih mengutamakan pengisian menggunakan jerigen dibanding kendaraan masyarakat.
Kondisi tersebut memicu antrean panjang yang mengular setiap hari hingga menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Kampung Juar. Sejumlah pengendara mengaku kerap kehabisan stok setelah menunggu berjam-jam.
“Kami dari jam 7 pagi antre. Giliran mau diisi, petugas malah layani yang bawa jerigen lebih dulu. Kami disuruh nunggu,” ujar seorang pengendara roda dua yang enggan disebutkan namanya, Senin (13/7).
Warga menduga BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru ditampung menggunakan jerigen untuk kemudian dijual kembali di kios-kios pengecer dengan harga lebih tinggi.
Mereka menilai dugaan tersebut terlihat dari ketersediaan Pertalite di kios pinggir jalan yang relatif mudah diperoleh meski stok di SPBU sering kosong. Jika di SPBU harga Pertalite sekitar Rp10.000 per liter, di kios dijual hingga Rp15.000 per liter.
“Kami dirugikan dua kali. Antre tidak dapat, beli mahal iya,” keluh warga lainnya.
Situasi ini juga disebut beberapa kali memicu adu mulut antara konsumen dengan kru SPBU. Antrean kendaraan yang terus memanjang bahkan menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Kampung Juar kerap tersendat.
Hingga berita ini ditulis, pihak SPBU maupun Pertamina belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan warga dan dugaan adanya praktik penyaluran BBM subsidi kepada pihak tertentu. (Zan)











