NASIONALNRWS.ID PURBALINGGA–Aksi tidak senonoh yang menyasar pekerja perempuan di tempat umum kembali terjadi. Kali ini, sejumlah Sales Promotion Girl (SPG) produk rokok melaporkan menjadi korban pelecehan seksual di tengah keramaian Pasar Hewan Purbalingga. Ironisnya, alih-alih mendapat perlindungan, korban justru mengaku mendapat tekanan dari pihak pengelola pasar.
Sebut saja Bunga (nama samaran), salah satu korban yang mengalami kejadian traumatis pada Senin (4/5/2026). Ia menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi secara kilat saat dirinya tengah menawarkan produk di tengah padatnya pengunjung.
“Saya sedang menunduk mengambil stok rokok di tas selempang. Tiba-tiba ada laki-laki lanjut usia yang melakukan tindakan asusila dengan menyentuh bagian sensitif saya. Kejadiannya sangat cepat, saya benar-benar terkejut,” ungkap Bunga dengan nada bergetar kepada Nasionews.id
Bunga tidak sendirian. Sebelum menyasar dirinya, pelaku diduga sempat menargetkan rekan kerjanya yang berada di posisi lebih siap sehingga berhasil menghindar. Menurut Bunga, kejadian serupa bukan pertama kalinya terjadi. Seminggu sebelumnya, rekan satu timnya juga mengalami pelecehan di lokasi yang sama.
Bungkam karena Ancaman
Aroma pahit bagi para pekerja perempuan ini semakin menyengat saat mereka mencoba mencari keadilan. Tim lapangan SPG telah melaporkan kejadian ini kepada penanggung jawab Pasar Hewan Purbalingga. Namun, respons yang diterima justru di luar dugaan.
Bunga mengungkapkan, pihak pengelola pasar meminta agar kasus ini tidak diperpanjang atau dibesar-besarkan. Jika mereka tetap bersikeras membawa masalah ini ke jalur hukum atau meramaikannya, produk rokok yang mereka pasarkan diancam akan dilarang masuk ke area pasar.
“Kami akhirnya surut karena tidak ada perlindungan dari pengelola. Niat untuk melapor lebih lanjut pun gugur karena takut kehilangan pekerjaan,” tambahnnya.
Saksi Mata Bungkam
Meski rekan sesama SPG menguatkan kesaksian Bunga, tantangan lain muncul di lapangan. Di tengah hiruk-pikuk pasar yang padat, para pengunjung yang berada di lokasi seolah kompak mengaku tidak melihat kejadian tersebut.
Kondisi ini menambah daftar panjang kerentanan pekerja perempuan di sektor informal dan ruang publik. Hingga berita ini diturunkan, perlakuan tidak menyenangkan dan ancaman terhadap mata pencaharian korban menjadi tembok besar bagi terungkapnya kasus pelecehan di pasar tersebut.
>>>IMAM S






