Pemkab Banyumas dan Lapas Purwokerto Perkuat Pembinaan Warga Binaan, Teken Kerja Sama dan Salurkan Bansos

oleh -
oleh
Perjanjian Kerjasama anatar lapas kelas 2 A Purwokerto dan Pemda Banyumas.

NASIONALNEWS.ID BANYUMAS-Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto memperkuat sinergi pembinaan warga binaan melalui penandatanganan kerja sama sekaligus penyaluran bantuan sosial, Senin (4/5/2026). Kegiatan tersebut digelar di Aula Lapas Kelas IIA Purwokerto dan dihadiri langsung Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono serta Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto Aliandra Harahap.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas dukungan lintas sektor dalam program pembinaan, sekaligus menegaskan bahwa proses pemasyarakatan tidak bisa hanya dibebankan kepada institusi lapas semata.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto Aliandra Harahap menegaskan komitmennya untuk menghapus stigma negatif masyarakat terhadap warga binaan dengan memperkuat program pembinaan kepribadian dan kemandirian. Ia menilai dukungan pemerintah daerah melalui berbagai dinas menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih produktif dan manusiawi.

Aliandra mengapresiasi keterlibatan jajaran kepala dinas di Banyumas yang memberikan dukungan nyata, mulai dari bantuan alat musik hingga program pembinaan pertanian, kerohanian, serta pemuda dan olahraga. Menurutnya, dukungan lintas sektor tersebut mampu membuktikan bahwa warga binaan bukan kelompok yang kehilangan harapan, melainkan individu yang masih memiliki kesempatan untuk berubah.

Ia juga mengungkapkan bahwa secara statistik, dua pertiga kasus di Lapas Purwokerto didominasi perkara narkotika, pencurian, dan perampokan. Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjaga situasi lapas tetap kondusif melalui transparansi dan pengawasan ketat guna mencegah penyalahgunaan narkotika maupun pelanggaran lainnya.

Aliandra menyebut pembinaan rohani dilakukan rutin setiap hari melalui ceramah agama sebagai upaya memperkuat mental dan kesadaran warga binaan. Ia mengklaim langkah tersebut turut menekan potensi munculnya berita negatif dari dalam lapas.

Dalam kesempatan itu, juga diperkenalkan sinergi antar unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Banyumas, meliputi Lapas Kelas IIA Purwokerto sebagai koordinator wilayah, Lapas Narkotika Purwokerto, Rumah Tahanan Banyumas, serta Balai Pemasyarakatan Purwokerto.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menekankan bahwa pembinaan warga binaan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pihak lapas, tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat. Ia berharap kerja sama yang dibangun mampu membuat pembinaan kepribadian dan kemandirian berjalan lebih optimal, terarah, dan berkembang.

Sadewo menjelaskan bahwa pembinaan di Lapas Purwokerto berfokus pada dua pilar utama. Pertama, pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter, moral, serta kesadaran hukum. Kedua, pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan praktis agar warga binaan siap kembali ke masyarakat secara produktif.

Menurutnya, pendekatan yang diterapkan harus mengedepankan nilai humanis, edukatif, dan produktif sebagai fondasi keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.

Bantuan sosial yang diserahkan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas diri warga binaan selama menjalani masa pidana. Sadewo pun berpesan agar para warga binaan memanfaatkan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Banyumas dan Lapas Purwokerto berharap dapat membangun lingkungan sosial yang lebih aman dan inklusif, sekaligus membuka jalan agar mantan warga binaan dapat diterima kembali secara layak setelah menjalani proses pembinaan.

(Widhiantoro)

No More Posts Available.

No more pages to load.