NASIONALNEWS.id CILACAP, JATENG– Dunia politik dan birokrasi Jawa Tengah diguncang hebat hari ini setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) massal di wilayah Cilacap. Total 27 individu, termasuk pejabat tinggi daerah, ditangkap secara diam-diam dalam satu malam panjang yang dipenuhi ketegangan dan rahasia besar-besaran. Yang paling memicu kontroversi adalah penangkapan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang kini harus menghadapi tuduhan korupsi serius yang bisa meruntuhkan karier politiknya selamanya. Jumat (13/02/26)
Menurut pernyataan resmi Jubir KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media di markas utama mereka di Jakarta Selatan pagi ini, “Hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap.” Operasi ini melibatkan campuran antara aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat swasta, dengan semua tersangka kini menjalani pemeriksaan intensif tanpa akses keluar. Informasi awal menunjukkan bahwa Wakil Bupati Cilacap belum ikut terlibat, tapi spekulasi liar mulai merebak tentang siapa lagi yang akan diseret ke meja hijau. KPK hanya punya waktu 24 jam untuk menentukan status hukum para terperiksa sekarang semuanya masih berstatus “terperiksa” tapi dugaan kuat korupsi proyek infrastruktur dan pengadaan barang di Cilacap menjadi sorotan utama.
Skandal ini bukan sekadar kasus biasa; ia mencerminkan sistem korupsi yang sudah merembet ke level eksekutif daerah, di mana uang rakyat hilang begitu saja. Para tersangka diduga terlibat dalam praktik suap dan gratifikasi yang merugikan APBD Cilacap puluhan miliar rupiah. Warga lokal mulai protes online, mempertanyakan bagaimana Bupati Syamsul Auliya Rachman yang baru-baru ini dikritik karena program pembangunan lambat.
IMAM S






