Komisi I DPRD Kota Tangsel Bungkam Ditanya Hasil Evaluasi Soal Prostitusi

oleh -
oleh
dprd kota tangsel
Anggota kimisi I DPRD Kota Tamgsel, Rizki Jonis yang juga menjabat Ketua Fraksi Demokrat.

NASIONALNEWS.ID TANGERANG SELATAN – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) enggan menanggapi pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel serius menangani prostitusi. Komisi I DPRD Komisi I sudah mengevaluasi kinerja Dinas terkait, namun tak kunjung memberikan keterangan hasil penindakan prostitusi.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangsel, Rizki Jonis mengapresiasi razia yang dilakukan Tim Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-TPPO).

“Terkait masalah razia yang sudah dilakukan oleh tim gugus tugas, komisi satu mengapresiasi apa yang sudah dijalankan,” kata Rizki kepada Nasional News melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (8/2/2922).

Baca juga : Razia Tim GT-TPPO Tangsel Temukan Komputer Tablet Sarana Bisnis Prostitusi
Baca juga : Tangsel Rawan Prostitusi, MUI Minta Pemkot dan Polisi Serius Tangani TPPO
Baca juga : Satpol PP Tangsel Minta Ulama Serius Soal Prostitusi

Rizki meminta, dari hasil razia yang dilaksanakan harus ditindak lanjuti dengan menutup tempat Spa Massage atau panti pijat, rumah kos dan hotel yang dijadikan bisnis prostitusi.
.
“Komisi 1 mengingatkan, bahwa permasalahan ini harus lebih ditindaklanjuti dengan meningkatkan monitoring dan razia sampai habis dan tempat usaha yang menyalahi izin usaha harus diperingati, jika masih melanggar izin usaha, maka harus ditutup,” tegas Rizki Jonis yang menjabat Ketua Farksi Partai Demokrat.

Rizki mengaku, Komisi I DPRD Kota Tangsel sudah mengevaluasi melakukan hiring dengan dinas terkait mengenai prostitusi.

“Kita sudah sudah melakukan itu,” ucapnya.

Terkait hasil evaluasi dan sudah melakukan kontrol Komisi I DPRD Kota Tangsel terhadap Dinas terkait, mengenai berapa tempat yang dicabut izinnya karena terindikasi dijadikan tempat prostitusi dan evaluasi penanganan kasus TPPO yang sudah diproses hukum sejauh mana, serta keluhan Satpol PP Kota Tangsel tentang belum adanya regulasi pengaturan hotel online, dan juga pernyataan MUI minta Pemkot Tangsel kuang seriusnya menangani prostitusi, Rizki Jonis enggan menjelaskan sampai berita ini ditayangkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.